Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Samarinda

Syafrudin Bersuara Keras di RDP Bersama Dirjen Minerba, Minta Inspektorat Tambang di Kaltim Dikoreksi hingga Singgung 21 IUP Palsu

badge-check


					Anggota DPR RI Syafruddin/ Foto: YT Parlemen Perbesar

Anggota DPR RI Syafruddin/ Foto: YT Parlemen

FASENEWS.ID – Anggota DPR RI Syafruddin menyampaikan ragam polemik aktivitas pertambangan batubara di Kalimantan Timur saat Komisi XII DPR RI gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirjen Minerba Kementrian ESDM RI.

Pertama, anggota DPR RI Dapil Kaltim itu meminta penjelasan terkait komitmen perusahaan tambang yang abai terhadap kewajiban dalam melakukan reklamasi pasca tambang.

Akibatnya banyak lobang bekas galian tambang menganga dan tidak terurus hingga menelan korban sebanyak 51 anak yang meninggal di lobang tambang.

Atas hal itu dia meminta Dirjen Minerba untuk memberi penjelasan syarat pemberian RKAB, yaitu rencana kerja dan anggaran biaya tahun berjalan pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara yang meliputi aspek pengusahaan, aspek teknik, dan aspek lingkungan.

“Padahal jelas lobang tambang banyak yang menganga. Tetapi masih aja diberikan RKAB yang banyak. Ini ironi,”bebernya, Selasa (12/11/2024).

Pria yang akrab disapa Udin itu menyingung soal Inspektorat tambang di Kaltim.

Baginya inspektorat itu juga tidak ada gunanya. Selain karena petugasnya terbatas juga tidak memiliki fasilitas.

Oleh karena itu, Ketua DPW PKB Kaltim ini meminta agar dikoreksi efektivitas kerja dari Inspektorat tambang di Kaltim.

“Perlu dikoreksi mereka itu sebenarnya efektif tidak mereka itu,”imbuhnya.

Selain itu dia juga menyingung posisi 138 IUP yang telah dicabut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang tidak jelas statusnya hingga sekarang. Apakah diperbaharui atau dikembalikan posisinya seperti semula.

“Hari ini kami perlu tahu kejelasanya. Sekarang posisinya gimana,”tanyanya.

Terakhir dia menyingung 21 IUP yang diduga palsu, kini yang menjadi polemik.

“Ada 21 IUP yang alami polemik di Kaltim, ada yang bilang ini ijin palsu tapi ada juga yang bilang tidak. Tolong ini di jawab secara gamblang, apakah posisi IUP ini yang berkategori palsu tapi menurut kami itu asli. Karena itu resmi di tandatangani gubernur Kaltim diujung kewenangannya pada 2020 akhir. Minta tolong di jelaskan secara rinci terkait ini,”bebernya.

Dia meminta agar semua polemik itu kalau tidak bisa disampaikan secara langsung.

Dirinya minta jawabannya secara tertulis supaya pihaknya bisa menelusuri satu per satu rekam jejak 138 IUP dan IUP lainya di Kaltim,”pungkasnya. (fran)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi

26 April 2026 - 09:04 WITA

Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan

26 April 2026 - 08:41 WITA

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214

24 April 2026 - 03:10 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

21 April 2026 - 19:33 WITA

Ananda Emira Moeis Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masa Aksi 214

21 April 2026 - 14:58 WITA

Trending on Daerah