Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Partisipasi Masyarakat dalam Program Data Desa Presisi di Kutai Kartanegara

badge-check


					Wilayah Kecamatan Kota Bangun Darat Kutai Kartanegara/Foto: IST Perbesar

Wilayah Kecamatan Kota Bangun Darat Kutai Kartanegara/Foto: IST

FASENEWS.ID – Terdapat 104 desa di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ikut serta dalam program inovatif Data Desa Presisi (DDP) yang digagas oleh Universitas IPB.

Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Kaltim, Aswanda, menyatakan bahwa tujuan program ini adalah mengumpulkan data akurat untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan, terutama dalam konteks posisi strategis Kutai Kartanegara yang berbatasan langsung dengan IKN Nusantara.

“Program data Desa Presisi ini memanfaatkan teknologi drone dan partisipasi masyarakat desa untuk menghasilkan peta dan data tematik yang mencakup berbagai aspek penting, seperti demografi, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur,” ucapnya.

Setiap desa akan menerima data monografi dan peta desa yang dirancang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan aktual di wilayah masing-masing dalam proses implementasinya.

“Melalui partisipasi aktif dari masyarakat desa, kami berharap data yang terkumpul memiliki presisi tinggi dan mampu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan,” ungkap Aswanda.

Program ini juga berfungsi untuk menumbuhkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan desa, dengan melibatkan pemuda desa sebagai enumerator.

Program ini melibatkan sepuluh kecamatan di Kutai Kartanegara, yaitu Kota Bangun, Kota Bangun Darat, Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong Seberang, Tenggarong, Sebulu, Anggana, Sanga-Sanga, dan Muara Kaman, sebagai lokasi utama pengumpulan data.

Setiap desa akan memperoleh peta desa dan data dasar, setiap desa dapat memanfaatkan informasi tersebut dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), memastikan program yang dibuat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dengan keterlibatan 104 desa, diharapkan program Data Desa Presisi mampu mengakselerasi pembangunan yang merata di wilayah Kutai Kartanegara, mengurangi ketimpangan, dan mempersiapkan masyarakat desa menghadapi dampak pembangunan IKN Nusantara yang akan berkembang pesat di masa mendatang,” jelasnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial