Menu

Dark Mode
Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan Event Rutin Jadi Motor Ekonomi, Joha Fajal Dorong Samarinda Perkuat Magnet Wisata Kota Komisi IV DPRD Samarinda Bongkar Aduan SPMB, Dugaan Perubahan Radius Jadi Sorotan Anhar Soal SPPMB: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Menjadi Pemadam Keluhan

Advertorial

Respon DPRD Samarinda Soal Krisis Air Bersih di Bukuan

badge-check


					Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Di tengah laju pembangunan Kota Samarinda, masih ada wilayah yang tertinggal dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar. Salah satunya adalah Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, di mana mayoritas warga belum menikmati akses air bersih dari sistem distribusi pemerintah.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengungkapkan kondisi ini usai melakukan reses dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Ia menyebut bahwa hanya sekitar 30 persen rumah tangga di Bukuan yang telah terlayani, sementara sisanya terpaksa mengandalkan pemasok air swasta dengan biaya yang relatif tinggi.

“Ini bukan soal kenyamanan, tapi soal hak hidup. Fakta bahwa 70 persen warga belum mendapat air bersih adalah bentuk ketimpangan serius yang tidak bisa dibiarkan,” tegas Anhar.

Menurutnya, persoalan air bersih tidak boleh hanya dilihat dari sisi teknis, tetapi juga harus dipahami sebagai bagian dari keadilan sosial yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Anhar mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk segera mengevaluasi kinerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan mempercepat pemerataan infrastruktur layanan air bersih, khususnya di daerah-daerah pinggiran seperti Bukuan.

“Masyarakat Bukuan tidak menuntut fasilitas mewah. Mereka hanya ingin diperlakukan setara, mendapatkan hak dasar yang seharusnya dijamin oleh negara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tanpa langkah konkret dan komitmen serius, ketimpangan seperti ini akan terus menghambat kualitas hidup warga di wilayah terdampak.

“Sudah saatnya pemerintah menunjukkan kehadirannya, bukan hanya di pusat kota, tapi juga di pinggiran yang selama ini terabaikan,” tutup Anhar.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Event Rutin Jadi Motor Ekonomi, Joha Fajal Dorong Samarinda Perkuat Magnet Wisata Kota

20 July 2026 - 05:22 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Bongkar Aduan SPMB, Dugaan Perubahan Radius Jadi Sorotan

18 July 2026 - 05:07 WITA

Anhar Soal SPPMB: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Menjadi Pemadam Keluhan

17 July 2026 - 05:00 WITA

Soroti SPMB, Anhar Minta Pemerintah Berhenti Sekadar Mengganti Sistem

17 July 2026 - 04:57 WITA

Bukan Sekadar “Pak Ogah”, DPRD Dorong Relawan Lalin Naik Kelas

17 July 2026 - 04:14 WITA

Trending on Advertorial