Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Nasional

Respon CELIOS Terkait Kabinet Gemuk Prabowo-Gibran: “Beban Fiskal, Minus Zaken Kabinet”

badge-check


					CELIOS memberikan tanggapan atas Kabinet Merat Putih Prabowo-Gibran/Foto: IST Perbesar

CELIOS memberikan tanggapan atas Kabinet Merat Putih Prabowo-Gibran/Foto: IST

FASENEWS.ID – Dalam beberapa waktu terakhir, pembentukan kabinet oleh Presiden Joko Widodo dengan pasangan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran telah menjadi sorotan publik, terutama mengenai komposisi dan kinerja yang diharapkan, serta CELIOS memberikan tanggapannya.

CELIOS (Center of Economic and Law Studies) memberikan tanggapan kritis terhadap kabinet yang disebut-sebut sebagai “gemuk” ini, dengan fokus pada potensi beban fiskal yang akan ditanggung oleh negara.

Kabinet Merah Putih diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi perekonomian Indonesia, namun CELIOS menilai bahwa penambahan jumlah menteri dan posisi yang terlalu banyak justru dapat menghambat pengambilan keputusan yang efisien.

Dalam laporan terbaru, CELIOS mencatat bahwa struktur kabinet yang besar ini berisiko menciptakan kerumitan dalam koordinasi antar kementerian.

Hal ini dapat berimbas pada lambatnya implementasi kebijakan yang diperlukan untuk merespons tantangan ekonomi saat ini.

Salah satu poin utama yang diangkat oleh CELIOS adalah mengenai beban fiskal yang timbul akibat pengeluaran yang meningkat untuk mendukung kabinet yang besar.

Dalam konteks ekonomi Indonesia yang masih dalam pemulihan pasca pandemi, pengeluaran yang tidak terencana dapat mengganggu kestabilan anggaran negara.

CELIOS mengingatkan bahwa setiap tambahan posisi dalam kabinet membutuhkan alokasi anggaran yang signifikan, yang seharusnya bisa dialokasikan untuk program-program pengembangan yang lebih produktif.

Di sisi lain, CELIOS juga menggarisbawahi pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam kabinet tersebut.

Meskipun jumlah menteri banyak, tanpa adanya kapasitas dan integritas yang memadai, tujuan dan visi pembangunan nasional bisa terancam tidak tercapai.

Oleh karena itu, pemilihan menteri yang tidak hanya berdasarkan afiliasi politik, tetapi juga berdasarkan kompetensi dan pengalaman sangatlah krusial.

Dalam kesimpulannya, CELIOS berharap agar kabinet Prabowo-Gibran dapat menjalankan tugasnya dengan efektif, meskipun tantangan yang ada cukup besar.

Diperlukan komitmen untuk menjaga efisiensi dan efektivitas dalam pengambilan keputusan, serta perhatian yang serius terhadap pengelolaan fiskal.

Dengan demikian, diharapkan kabinet ini tidak hanya menjadi “gemuk” dalam jumlah, tetapi juga “gemuk” dalam kontribusi terhadap kemajuan bangsa. (naf)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

14 August 2026 - 04:03 WITA

Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas

2 July 2026 - 06:50 WITA

Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran

3 June 2026 - 17:05 WITA

Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden

2 June 2026 - 17:59 WITA

Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN

2 June 2026 - 16:11 WITA

Trending on Nasional