Menu

Dark Mode
Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214 di Depan Kantor Gubernur Kaltim Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur Ananda Emira Moeis Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masa Aksi 214 Rudy Mas’ud Buka Peluang Dialog dengan Demonstran, Tergantung Situasi Lapangan Tak Lazim, BGN Habiskan Rp1,5 Miliar Untuk Belanja Semir Sepatu

News

Puluhan Prajurit TNI Serang Warga Desa Selamat Deli Serdang, Pangdam I Bukit Barisa Minta Maaf 

badge-check


					Kolase text kejadian penyerangan warga desa oleh anggota TNI/ fasenews.id Perbesar

Kolase text kejadian penyerangan warga desa oleh anggota TNI/ fasenews.id

FASENEWS.ID – Puluhan prajurit TNI dilaporkan melakukan penyerangan kepada warga desa.

Kejadian ini terjadi di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (8/11/2024).

Pihak TNI yang melakukan penyerangan dilaporkan berasal dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan.

Tim redaksi Fasenews.id himpun informasi terkait laporan penyerangan aparat TNI ke warga Desa Selamat itu.

1. Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia 

Dari kejadian penyerangan aparat TNI di Desa Selamat itu, satu warga dilaporkan meninggal dunia.

Warga yang meninggal dunia itu atas nama Raden Barus.

Selain adanya warga meninggal dunia, beberapa warga lain dilaporkan mengalami luka-luka.

2. Pengakuan Kepala Desa

Dilansir dari Kompas.com, pengakuan diberikan Kepala Desa Selamat, Bahrun.

Dia sampaikan, aparat TNI itu ketika datang ke Desa Selamat, tak mengenakan seragam tugas.

Kedatangan mereka sekitar pukul 22.00 WIB.

Kabar beredar, kedatangan aparat TNI itu karena pihak mereka mencari warga yang berselisih dengan TNI di jalan.

”Kami tidak tahu pasti alasan mereka menyerang warga kami. Kata mereka, ada cekcok antara anggota Armed dengan warga saat melintas di jalan dengan sepeda motor. Mereka menyerang kami dengan membabi buta,” kata Bahrun.

3. Diduga ada 33 Prajurit Terlibat

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan, Kolonel Dody Yudha mengatakan, 33 prajurit TNI Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan diduga terlibat penyerangan terhadap warga Desa Selamat.

Terkait hal ini, Panglima Kodam I Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan menyampaikan permohonan maaf.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya. Kalaupun saya harus menggantikan almarhum, saya siap melakukan itu sekarang. Saya ikhlas,” kata Hasan dengan pengeras suara saat mengikuti acara adat pemakaman Raden Barus di jambur Desa Selamat, Minggu (10/11/2024). (as)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

21 April 2026 - 19:33 WITA

Ananda Emira Moeis Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masa Aksi 214

21 April 2026 - 14:58 WITA

DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

19 April 2026 - 16:52 WITA

PA GMNI Kaltim: Demonstrasi 21 April Adalah “Koreksi Cinta” untuk Pemerintah

19 April 2026 - 10:40 WITA

Agus Suwandi Nilai Perubahan Wajah Kota Samarinda Sebagai Contoh Kongkrit Sinergi Level Pemerintahan

17 April 2026 - 10:29 WITA

Trending on Daerah