Menu

Dark Mode
Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214 di Depan Kantor Gubernur Kaltim Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur Ananda Emira Moeis Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masa Aksi 214 Rudy Mas’ud Buka Peluang Dialog dengan Demonstran, Tergantung Situasi Lapangan Tak Lazim, BGN Habiskan Rp1,5 Miliar Untuk Belanja Semir Sepatu DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

News

Profil Sugianto Kusuma alias Aguan, Pendiri Agung Sedayu Group Sekaligus Presdir PIK 2! Anak Perusahaannya Punya HGB Pagar Laut

badge-check


					Kolase Foto Pemilik Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan dan Potret Pembongkaran Pagar Laut oleh Nelayan di Tangerang/Foto: Fasenews.id Perbesar

Kolase Foto Pemilik Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan dan Potret Pembongkaran Pagar Laut oleh Nelayan di Tangerang/Foto: Fasenews.id

FASENEWS.ID – Sugianto Kusuma, yang lebih dikenal dengan nama Aguan, ada di balik sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di area sekitar pagar laut yang terletak di Tangerang, Banten.

Kepemilikan HGB ini terkait dengan PT Cahaya Inti Sentosa, sebuah anak perusahaan dari PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

Saat ini, Aguan menjabat sebagai Presiden Direktur di perusahaan induk Pantai Indah Kapuk Dua.

Namun, perjalanan kariernya di dunia properti sudah dimulai jauh sebelum itu, menjadikannya salah satu tokoh besar di sektor ini.

Aguan bahkan disebut-sebut sebagai bagian dari kelompok “9 Naga,” sebuah kelompok pengusaha yang memiliki pengaruh besar di Indonesia.

Lantas, bagaimana sosok Aguan? Berikut profilenya.

Profil Sugianto Kusuma alias Aguan

Sugianto Kusuma, yang lebih dikenal dengan sebutan Aguan, lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 10 Januari 1951.

Aguan menikah dengan Rebecca Halim, dan mereka dikaruniai empat anak: Richard Halim Kusuma, Lareina Halim Kusuma, Luvena Katherine Halim, dan Alexander H. Kusuma.

Saudaranya, Susanto Kusuma, juga tercatat sebagai pemegang saham Agung Sedayu Group, sementara keponakannya, Steven Kusumo, menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut.

Pendiri Agung Sedayu Group (ASG)

Aguan adalah sosok di balik berdirinya Agung Sedayu Group (ASG), yang kini menjadi salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia.

Pada 1971, Aguan memulai perjalanan bisnisnya dengan mendirikan ASG sebagai perusahaan kontraktor yang fokus pada pembangunan rumah dan pertokoan sederhana.

Perusahaan yang dimulai dari usaha kecil itu berkembang pesat, hingga menjadi raksasa properti yang terus tumbuh hingga hari ini.

Selama 10 tahun pertama, ASG mulai dikenal luas melalui promosi dari mulut ke mulut, yang memperkenalkan perusahaan ini ke pasar.

Dengan dukungan penuh dari timnya, ASG pun mengalami pertumbuhan yang signifikan, memperluas jangkauan pelanggan dan menjalin lebih banyak kemitraan bisnis.

Pada 1991, ASG berhasil meraih kesuksesan besar dengan membangun Harco Mangga Dua, mal elektronik terintegrasi pertama di Indonesia, yang menandai langkahnya sebagai perusahaan properti terkemuka.

Keberhasilan ini membuka jalan bagi ASG untuk mengembangkan berbagai proyek besar lainnya, mulai dari kawasan residensial hingga komersial.

Beberapa proyek ikonik yang dikerjakan ASG meliputi Taman Palem seluas 200 hektare, Pantai Indah Kapuk Dua (PIK 2), serta sejumlah apartemen bertingkat tinggi.

Selain itu, ASG juga terlibat dalam pembangunan pusat perbelanjaan terkemuka, seperti Ashta District 8, Mall of Indonesia, PIK Avenue, dan Grand Galaxy Park.

Harta Kekayaan Aguan

Pada tahun 2018, Globe Asia memperkirakan bahwa kekayaan Aguan mencapai sekitar Rp14 triliun.
Sebagai pemimpin utama di perusahaan emiten PANI, Aguan diperkirakan memiliki kekayaan yang lebih besar dari itu.

Dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 55,57 persen di PANI, Aguan diprediksi memiliki kekayaan yang mencapai Rp42,73 triliun.

Gabung dengan Tzu Chi

Kehidupan pribadi Aguan berkaitan erat dengan organisasi Buddha dengan nama Tzu Chi, yang berbasis pada ajaran kebuddhaan.

Perkenalan Aguan dengan organisasi ini dimulai saat pengusaha Murdaya Poo dan Hartati Murdaya mengenalkannya pada Master Cheng Yen, pendiri Tzu Chi.

Keterlibatan Aguan dalam Buddha Tzu Chi semakin mendalam ketika sahabatnya, Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinarmas Group, mengajaknya untuk bergabung.

Di yayasan tersebut, Aguan banyak belajar tentang berbagai kegiatan sosial, seperti pengelolaan sekolah, bakti sosial, serta kegiatan berderma.

Salah satu tugas penting yang pernah dijalankannya adalah membangun rumah susun untuk masyarakat miskin di Kali Angke, yang diharapkan menjadi contoh bagi pemerintah dan yayasan lainnya. (shi)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

21 April 2026 - 19:33 WITA

DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

19 April 2026 - 16:52 WITA

PA GMNI Kaltim: Demonstrasi 21 April Adalah “Koreksi Cinta” untuk Pemerintah

19 April 2026 - 10:40 WITA

Agus Suwandi Nilai Perubahan Wajah Kota Samarinda Sebagai Contoh Kongkrit Sinergi Level Pemerintahan

17 April 2026 - 10:29 WITA

KNPI Samarinda Soroti Penghapusan Bankeu dan BPJS, Kebijakan Pemprov Kaltim Dinilai “Menyakiti Rakyat”,

11 April 2026 - 14:30 WITA

Trending on News