Menu

Dark Mode
Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan Sebabkan Kemacetan, DPRD Samarinda Soroti Tata Kelola Kendaraan Berat Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas

Advertorial

Perkuat Pengawasan Penerimaan Siswa Baru, DPRD Dorong Kolaborasi dan Transparansi Sistem

badge-check


					Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan. (Foto : MR) Perbesar

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan. (Foto : MR)

SAMARINDA – Menjelang proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026, DPRD Kota Samarinda menekankan pentingnya pengawasan lintas lembaga demi memastikan sistem berjalan transparan dan bebas kecurangan.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Adnan Faridhan, menilai langkah Pemerintah Kota membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan SPMB adalah awal yang baik, namun pengawasan tidak boleh hanya jadi ranah eksekutif semata.

“Yang dibutuhkan bukan hanya struktur, tapi kolaborasi. Transparansi hanya bisa terwujud jika semua unsur, termasuk DPRD, diberi ruang dalam pengawasan sistem ini,” ujar Adnan.

Ia menyebut, Wali Kota Samarinda telah menyatakan keterbukaannya untuk melibatkan anggota legislatif dalam Satgas tersebut. Namun, sejauh ini belum ada keputusan pasti apakah DPRD akan bergabung secara formal atau membentuk mekanisme pengawasan tersendiri.

“Bisa dua jalur. Masuk dalam Satgas, atau membentuk panitia khusus (Pansus). Keduanya bisa memperkuat sistem pengawasan, tergantung pilihan dan keputusan pimpinan DPRD,” jelasnya.

Menurut Adnan, yang terpenting bukan soal siapa bergabung di mana, tetapi bagaimana menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan siswa yang kerap kali dipertanyakan.

“PPDB ini selalu jadi sorotan masyarakat. Jangan sampai muncul kecurigaan-kecurigaan atau potensi praktik curang. Kalau semua pihak terlibat, ruang untuk penyimpangan akan makin sempit,” tambahnya.

DPRD, lanjutnya, berkomitmen ikut mengawal tahapan PPDB agar berjalan adil dan merata, tanpa intervensi yang merugikan siswa maupun orang tua.

“Ini bukan cuma soal masuk sekolah. Ini soal hak anak atas pendidikan yang jujur dan adil. Maka pengawasan harus serius, transparan, dan melibatkan semua pihak,” pungkas Adnan. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Sebabkan Kemacetan, DPRD Samarinda Soroti Tata Kelola Kendaraan Berat

16 July 2026 - 14:36 WITA

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

30 June 2026 - 23:05 WITA

DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

30 June 2026 - 23:01 WITA

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, Langkah Pemulihan Harus Dipercepat Demi Selamatkan Aktivitas Ekonomi

30 June 2026 - 22:38 WITA

DPRD Samarinda Ragukan Target Laba BPR Rp2,7 Miliar, Meski Kinerja Terus Membaik

29 June 2026 - 23:12 WITA

Trending on Advertorial