Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Peristiwa

Kepala Desa Jadi Aktor Penghubung soal Uang Damai di Kasus Supriyani Guru Honorer Disidang usai Hukum Siswa

badge-check


					Supriyani (kanan), Rokiman, Kepala Desa Wonua Raya (kiri)/Foto: Kolase fasenews.id Perbesar

Supriyani (kanan), Rokiman, Kepala Desa Wonua Raya (kiri)/Foto: Kolase fasenews.id

FASENEWS.ID – Kasus guru honorer Supriyani dari SDN 4 Baito, yang dituduh melakukan penganiayaan terhadap seorang siswa berinisial D, kembali menjadi sorotan publik setelah terungkapnya proses mediasi yang melibatkan Kepala Desa Wonua Raya, Rokiman.

Dalam peristiwa ini, Supriyani dimintai uang damai sebesar Rp 50 juta oleh pihak keluarga siswa yang merupakan anak seorang polisi.

Sidang perdana Supriyani berlangsung di Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan, pada (24/10/2024), dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dalam sidang tersebut, terungkap bahwa negosiasi permintaan uang damai tidak berjalan mulus.

Kepala Desa Wonua Raya, Rokiman, mengungkapkan kronologi kejadian yang mengaitkan dirinya sebagai penghubung dalam proses mediasi antara pihak keluarga Supriyani dan keluarga siswa yang diduga menjadi korban.

Menurut Rokiman, awalnya suami Supriyani, Katiran, mendatangi kepala desa untuk meminta bantuan dalam menyelesaikan masalah yang menimpa istrinya.

Di sinilah Rokiman berperan sebagai penghubung antara pihak Supriyani dan aparat kepolisian.

Dalam proses mediasi yang dilakukan, Rokiman menjelaskan bahwa pihak keluarga Supriyani awalnya menawarkan uang damai sebesar Rp 10 juta.

Namun, setelah bernegosiasi dengan pihak keluarga korban, angka tersebut tidak diterima, dan pihak keluarga terduga korban meminta Rp 50 juta.

Rokiman mengungkapkan bahwa saat dia berkomunikasi dengan pihak kepolisian, khususnya Aipda Wibowo Hasyim, ia mendapatkan sinyal bahwa permintaan damai seharusnya lebih besar.

Pihak keluarga Supriyani merasa tidak mampu memenuhi permintaan tersebut, yang menyebabkan mereka memutuskan untuk membawa kasus ini ke pengadilan.

Sementara itu, pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menanggapi isu tersebut dan menyatakan bahwa tidak ada permintaan resmi untuk uang damai sebesar Rp 50 juta.

Kombes Iis Kristian, Kabid Humas Polda Sultra, menegaskan bahwa kabar yang beredar adalah hoaks dan tidak berdasar.

Ia menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tanpa adanya intervensi permintaan uang damai.

Kepala Desa juga menekankan bahwa ia hanya berusaha untuk membantu menyelesaikan masalah ini secara damai sebelum akhirnya kasus ini dibawa ke pengadilan. (naf)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214 di Depan Kantor Gubernur Kaltim

22 April 2026 - 04:42 WITA

Kronologi Kecelakaan Bus Pengangkut Jemaah WNI di Saudi, Tabrak Mobil Jeep Sebelum Terguling

21 March 2025 - 13:13 WITA

Baku Pukul dengan Pendemo, Kadisperingdagkop Demisius Onasis Boky Kini Masuk Bui! Kasusnya Masuk Penyidikan

13 January 2025 - 09:55 WITA

Terungkap! Fakta-Fakta Mengejutkan Istri Selingkuh yang Seret Suami Pakai Mobil di Jakarta Timur, Punya 2 Pacar?

24 December 2024 - 03:05 WITA

Panik Saat Terciduk Selingkuh, Istri Seret Suami Pakai Mobil hingga Kaki Patah di Jakarta Timur! Disebut Bukan Kali Pertama KDRT

23 December 2024 - 03:24 WITA

Trending on Peristiwa