Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Daerah

DBON Kaltim Keluhkan Orang Tua Para Atlet Masih Cari Sekolah Unggulan

badge-check


					Foto : panahan salah satu cabang olahraga binaan DBON Kaltim. (Ist) Perbesar

Foto : panahan salah satu cabang olahraga binaan DBON Kaltim. (Ist)

FASENEWS.ID, SAMARINDA – Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mengaku merasa kesulitan dalam mencari sekolah untuk peserta didik DBON di sekitar asrama.

Asrama DBON Kaltim berasa tepat di samping Kantor Dispora Kaltim, Kawasan GOR Kadrie Oening Sempaja, Jl Wahid Hasyim, Kota Samarinda.

“Kendati ini disebabkan terbatasnya jumlah murid dalam satu kelas. Contoh, jika dalam satu kelas memiliki kapasitas hingga 35 siswa, maka akan menjadi over kapasitas jika menambah anak binaan lagi dari DBON Kaltim,” ucap Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kaltim Zairin Zain, Jumat (9/8/2024).

Zairin bersama pihak DBON Kaltim, terus berupaya mencari pendidikan formal bagi anak binaannya. Salah satunya dengan cara menyebar anak-anak didik tersebut ke beberapa sekolah yang ada di Kota Samarinda.

Kemudian, ia juga kerap menemui adanya keluhan terkait sekolah unggulan. Peserta didik yang berasal dari luar daerah sering mencari sekolah unggulan tersebut. Padahal, kata Zairin, kini sudah tidak ada lagi yang namanya sekolah unggulan.

“Sekarang semua sekolah itu sama, sudah tidak ada lagi yang berbeda (sekolah unggulan),” tegas Zairin.

Diketahui, DBON Kaltim menargetkan sebanyak 120 atlet olahraga cilik, yang mana untuk saat ini baru terpenuhi 70 atlet.

Selain itu, DBON Kaltim memiliki 14 cabang olahraga yang akan dibimbing. Tetapi, fokusnya hanya pada tujuh cabang olahraga, dan tujuh lainnya masih dalam proses pematangan.

Sementara tujuh cabang olahraga yang saat ini masuk dalam kategori binaan yakni menembak, panahan, taekwondo, angkat besi, dan karate, pencak silat, serta balap sepeda.

Lalu, tujuh lainnya masih dalam persiapan yaitu panjat tebing, bulu tangkis, atletik, renang, dayung, serta senam artistik.

Guna mencetak atlet-atlet muda yang berprestasi, DBON Kaltim sangat serius melakukan pengawasan terhadap kualitas anak didiknya. Dimulai dari kesehatan atlet, hingga asupan gizi.

“Kami akan pantau perkembangan anak didik ini selama tiga bulan sekali, tujuannya agar kami bisa mengetahui kualitas mereka. Persiapan gizi juga kami siapkan, mereka kami dampingi langsung dengan ahli gizi, karena ini akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya nanti,” pungkas Zairin. (nit)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi

26 April 2026 - 09:04 WITA

Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan

26 April 2026 - 08:41 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

21 April 2026 - 19:33 WITA

Ananda Emira Moeis Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masa Aksi 214

21 April 2026 - 14:58 WITA

Rudy Mas’ud Buka Peluang Dialog dengan Demonstran, Tergantung Situasi Lapangan

20 April 2026 - 15:04 WITA

Trending on Daerah