SAMARINDA– Terowongan pertama di Kota Samarinda yang selama ini menjadi bagian dari proyek strategis transportasi kini memasuki fase paling menentukan, yaitu memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum pintunya dibuka untuk masyarakat.
Jika pekerjaan konstruksi menjadi fokus utama pada tahap sebelumnya, kini perhatian pemerintah bergeser pada aspek yang tak kalah penting, yakni kelengkapan administrasi, perizinan, serta kesiapan teknis dan keselamatan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, menyebut pekerjaan fisik terowongan telah mendekati penyelesaian. Namun, menurutnya, rampungnya konstruksi belum serta-merta berarti fasilitas tersebut dapat langsung digunakan.
“Untuk pembangunan fisiknya hampir seluruhnya selesai. Saat ini yang dikejar adalah penyelesaian perizinan agar nantinya terowongan bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya, Senin (4/8/2026).
Bagi DPRD, tahap akhir ini justru menjadi bagian krusial. Sebab, sebuah infrastruktur publik tidak cukup hanya berdiri megah secara fisik, tetapi harus dipastikan benar-benar layak, aman, dan siap digunakan sebelum memberikan akses kepada masyarakat.
Romadhony menilai kehadiran terowongan tersebut memiliki arti lebih luas dibanding sekadar tambahan infrastruktur. Fasilitas itu diharapkan mampu membuka konektivitas baru, mengurai kepadatan lalu lintas, sekaligus mempercepat mobilitas warga di sejumlah kawasan Samarinda.
Karena itu, ia berharap keberadaan terowongan nantinya tidak berhenti sebagai simbol kemajuan pembangunan Kota Tepian.
“Harapan kami, terowongan ini tidak hanya menjadi ikon pembangunan, tetapi benar-benar membantu kelancaran transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” katanya.
Komisi III DPRD Samarinda pun masih melakukan pemantauan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dari perkembangan yang diterima, sejumlah dokumen dan persyaratan teknis masih dalam proses penyelesaian.
Menurut Romadhony, kehati-hatian pada tahap ini merupakan sesuatu yang harus dikedepankan. Terlebih, terowongan merupakan fasilitas transportasi yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna.
“Kami terus berkoordinasi dengan PUPR untuk memonitor perkembangan. Informasi terakhir, proses perizinan masih berlangsung dan sedang dilengkapi sesuai prosedur,” jelasnya.
Ia berharap proses administrasi tersebut dapat segera dituntaskan tanpa mengurangi standar keselamatan maupun ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Sebab, bagi masyarakat, penantian terhadap terowongan bukan semata menunggu selesainya sebuah proyek. Mereka menanti hadirnya jalur baru yang benar-benar mampu memangkas waktu perjalanan, memperlancar arus kendaraan, dan memberi manfaat nyata bagi aktivitas sehari-hari.
Dengan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Romadhony optimistis terowongan pertama Samarinda dapat mulai difungsikan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan semua prosesnya berjalan lancar. Kalau tidak ada kendala, kami berharap dalam satu hingga dua bulan ke depan masyarakat sudah bisa melintas dan merasakan langsung manfaat terowongan ini,” pungkasnya.
(ADV/DPRD Samarinda)











