Menu

Dark Mode
Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan Event Rutin Jadi Motor Ekonomi, Joha Fajal Dorong Samarinda Perkuat Magnet Wisata Kota Komisi IV DPRD Samarinda Bongkar Aduan SPMB, Dugaan Perubahan Radius Jadi Sorotan Anhar Soal SPPMB: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Menjadi Pemadam Keluhan

Advertorial

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

badge-check


					Anggota DPRD Samarinda, Iswandi Perbesar

Anggota DPRD Samarinda, Iswandi

SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda memilih menunda rapat dengar pendapat (hearing) bersama Perumda Varia Niaga. Namun, penundaan itu bukan berarti proses evaluasi berhenti. Justru di balik penundaan tersebut, DPRD mulai menyusun “peta” persoalan perusahaan dengan klasifikasi merah, kuning, dan hijau sebagai dasar pembenahan menyeluruh.

Hearing resmi ditunda karena Direktur Utama (Dirut) Perumda Varia Niaga berhalangan hadir akibat sakit. Meski jajaran manajemen telah hadir memenuhi undangan, DPRD menilai sejumlah persoalan strategis harus dijelaskan langsung oleh pimpinan tertinggi perusahaan.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi mengatakan, kehadiran Dirut dinilai penting agar setiap keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan tanpa harus mengulang pembahasan di kemudian hari.

“Memang dipending secara resmi karena Pak Dirut sakit. Mereka sudah mengirimkan manajer-manajernya, tapi kita ingin kalau ada keputusan yang harus dijawab langsung oleh Dirut, jangan sampai dua tiga kali. Jadi lebih baik menunggu beliau hadir,” ujar Iswandi usai hearing, Selasa (30/6/2026).

Meski forum resmi ditunda, DPRD tidak pulang dengan tangan kosong. Iswandi mengungkapkan pihaknya tetap menggelar diskusi informal bersama jajaran Perumda Varia Niaga dan meminta tambahan data yang lebih rinci untuk memperdalam proses evaluasi.

“Tadi setelah selesai kantor, kita ngobrol secara informal. Saya minta beberapa data lagi secara spesifik dan lebih rinci,” katanya.

Dari hasil telaah awal, DPRD telah menemukan sejumlah catatan yang akan dipetakan berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya terhadap perusahaan. Iswandi menyebut persoalan tersebut akan dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni merah, kuning, dan hijau.

Kategori merah diperuntukkan bagi persoalan yang dinilai berpotensi mengganggu kinerja maupun mengurangi keuntungan perusahaan. Sementara kategori kuning dan hijau akan menjadi prioritas pembenahan sesuai tingkat risikonya.

“Saya temukan beberapa hal. Nanti saya klasifikasikan menjadi tiga, merah, kuning, dan hijau. Jangan sampai ada sesuatu yang dijalankan ternyata masuk kategori merah dan berpotensi mengurangi profit atau pendapatan perusahaan,” jelasnya.

Meski demikian, Iswandi masih enggan membuka secara rinci temuan tersebut. Ia menegaskan seluruh hasil evaluasi akan dipaparkan setelah hearing resmi kembali digelar bersama Direktur Utama.

“Belum saya buka sekarang, nanti ada waktunya kita bahas,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan Pengawas Perumda Varia Niaga, Jusuf Junus, membenarkan bahwa penundaan hearing semata-mata disebabkan kondisi kesehatan Dirut. Menurutnya, langkah tersebut justru memberi kesempatan bagi perusahaan untuk menyiapkan bahan evaluasi yang lebih lengkap.

“Ini lebih kepada pembahasan formal saja. Kita mempersiapkan bahan-bahan apa yang nanti bisa dibahas lebih komprehensif ketika Pak Dirut sudah hadir,$ujar Jusuf.

Jadwal ulang hearing masih menunggu kondisi kesehatan Direktur Utama. Perumda Varia Niaga memastikan siap memenuhi panggilan DPRD dan memberikan penjelasan menyeluruh terkait berbagai evaluasi yang menjadi perhatian legislatif.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Event Rutin Jadi Motor Ekonomi, Joha Fajal Dorong Samarinda Perkuat Magnet Wisata Kota

20 July 2026 - 05:22 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Bongkar Aduan SPMB, Dugaan Perubahan Radius Jadi Sorotan

18 July 2026 - 05:07 WITA

Anhar Soal SPPMB: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Menjadi Pemadam Keluhan

17 July 2026 - 05:00 WITA

Soroti SPMB, Anhar Minta Pemerintah Berhenti Sekadar Mengganti Sistem

17 July 2026 - 04:57 WITA

Bukan Sekadar “Pak Ogah”, DPRD Dorong Relawan Lalin Naik Kelas

17 July 2026 - 04:14 WITA

Trending on Advertorial