SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang dialog dengan massa aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/4). Namun, kemungkinan pertemuan langsung tersebut akan sangat ditentukan oleh situasi dan dinamika di lapangan.
Pemerintah kata Rudy, tidak menutup diri terhadap aspirasi masyarakat. Meski demikian, keputusan untuk turun langsung menemui demonstran akan mempertimbangkan aspek keamanan serta kondisi riil saat aksi berlangsung.
“Tergantung, kita lihat dulu kondisi di lapangan,” ujarnya di Samarinda.
Ia memastikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap berkomitmen menjaga keterbukaan komunikasi, baik melalui perwakilan massa maupun dialog langsung apabila keadaan memungkinkan.
Di tengah rencana aksi tersebut, roda pemerintahan dipastikan tetap berjalan normal.
“Seluruh jajaran pemerintah akan tetap berkantor dan menjalankan pelayanan publik seperti biasa,”ungkapnya.
Rudy juga menegaskan bahwa unsur pimpinan daerah akan siaga di tempat, sembari terus berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memantau perkembangan situasi secara intensif.
Pemerintah daerah berharap aksi demonstrasi dapat berlangsung tertib dan kondusif. Dengan demikian, ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah tetap terjaga, tanpa mengganggu stabilitas pelayanan publik yang menjadi kebutuhan utama warga.
(Fran)











