Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Daerah

Imunisasi Campak di Kaltim Masih Jauh Dari Target Nasional

badge-check


					Ilustrasi imunisasi Perbesar

Ilustrasi imunisasi

SAMARINDA – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Fit Nawati, mengatakan cakupan imunisasi campak di Kaltim masih jauh dari target nasional.

Saat ini, Kaltim baru mencapai 65 persen dari target nasional sebesar 95 persen.

“Masih cukup jauh cakupan kita. Sekitar 30 persen anak masih belum terjangkau imunisasi,” terangnya dilansir dari website resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim.

Atas hal itu, Fit Nawati menyerukan peran aktif masyarakat, terutama para orang tua yang memiliki bayi dan balita, agar memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi campak.

Sebab kata dia, kelompok yang paling rentan terhadap penyakit campak adalah bayi dan balita yang tidak mendapatkan imunisasi. Selain itu, orang dewasa juga dapat menjadi sumber penularan, terutama jika memiliki kondisi gizi yang kurang baik.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ia juga menjelaskan bahwa jadwal imunisasi campak kini telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya imunisasi hanya diberikan satu kali pada usia 9 bulan, saat ini imunisasi diberikan sebanyak tiga kali, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 SD.

Untuk diketahui penyakit campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan cepat, terutama pada anak-anak. Salah satu upaya penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit ini adalah melalui imunisasi.

Ia membeberkan, data Dinas Kesehatan Kaltim, untuk capaian imunisasi pada bayi usia 9 bulan baru mencapai sekitar 62 persen, sedangkan pada usia 18 bulan sekitar 60 persen.

“Alhamdulillah untuk anak kelas 1 SD cakupannya sudah mencapai sekitar 92 persen, karena melalui sekolah kita bisa melakukan edukasi kepada orang tua dan guru sehingga anak-anak lebih mudah mendapatkan imunisasi,” pungkasnya.

(*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda

15 March 2026 - 07:32 WIB

Ananda Emira Moeis: Penabrakan Jembatan Tak Sekedar Isu Infrastruktur Melainkan Juga Isu Stabilitas Ekonomi Masyarakat

12 March 2026 - 12:40 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

APPRI Kaltim: Proyek RDMP Balikpapan Jadi Tonggak Penting Kemandirian Energi Nasional

27 November 2025 - 11:41 WIB

Syarifudin Tangalindo Nahkoda Baru Himpunan Warga Buton Samarinda

22 November 2025 - 10:53 WIB

Trending on Daerah