Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

News

Di Teras Malioboro, Mengkeu Purbaya Dihadang Ibu-ibu Minta Hentikan MBG

badge-check


					Moment saat Mengkeu Purbaya Dihadang Ibu-ibu Minta Hentikan program MBG Perbesar

Moment saat Mengkeu Purbaya Dihadang Ibu-ibu Minta Hentikan program MBG

Fasenews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang tengah melakukan kunjungan kerja, melangkah santai menuju Pasar Beringharjo, Selasa (17/3/2026). Waktu menunjukkan pukul 13.35 WIB.

Langkah Purbaya mendadak terhenti. Dua perempuan berkerudung menghampirinya. Bukan untuk swafoto atau sekadar bersalaman, melainkan membawa sesuatu yang lebih berat, kegelisahan.

Awalnya, interaksi berlangsung hangat. Sapaan dan jabat tangan menjadi pembuka yang sopan. Tapi suasana cepat berubah ketika salah satu dari mereka mulai berbicara, nada suaranya tegas, menyiratkan keresahan yang lama dipendam.

“Pak, tolong MBG dihentikan, pak. Tolong, pak. Dihentikan ya, pak. MBG itu nggak adil, pak. Banyak ketimpangan, pak. Kalau bisa diuangkan saja, pak,” ucapnya, tanpa jeda panjang.

Kalimat itu meluncur lugas, tanpa bahasa birokrasi, tanpa diksi yang dipoles. Sebuah kritik yang lahir dari pengalaman sehari-hari.

Rekannya menimpali, memperkuat keluhan dari sisi yang lebih personal. Ia bercerita tentang anaknya, yang justru tidak mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), program yang dirancang negara untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda.

“Bener, banyak yang komplain. Anak saya itu nggak mau makan MBG, pak. Tolong,” katanya.

Di tengah keramaian Malioboro, pernyataan itu terasa kontras. Program yang di atas kertas tampak solutif, di lapangan ternyata menyisakan cerita yang tak selalu selaras dengan tujuan awalnya.

Purbaya tidak bereaksi defensif. Ia tetap tenang. Senyum tipis menghiasi wajahnya, seolah mencoba menjaga ruang dialog tetap terbuka di tengah situasi spontan itu.

“Kita buat efektif saja ya. Nanti saya sampaikan ke Pak Presiden,” jawabnya singkat. Tidak ada perdebatan panjang. Tidak ada klarifikasi teknis. Hanya janji sederhana: menyampaikan.

(*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Konsen Keselamatan Jembatan, Ananda Moeis Jadikan Kritik Pijakan Bertumbuh

18 March 2026 - 10:23 WIB

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

Trending on Daerah