Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Respon DPRD Samarinda Soal Krisis Air Bersih di Bukuan

badge-check


					Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Di tengah laju pembangunan Kota Samarinda, masih ada wilayah yang tertinggal dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar. Salah satunya adalah Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, di mana mayoritas warga belum menikmati akses air bersih dari sistem distribusi pemerintah.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengungkapkan kondisi ini usai melakukan reses dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Ia menyebut bahwa hanya sekitar 30 persen rumah tangga di Bukuan yang telah terlayani, sementara sisanya terpaksa mengandalkan pemasok air swasta dengan biaya yang relatif tinggi.

“Ini bukan soal kenyamanan, tapi soal hak hidup. Fakta bahwa 70 persen warga belum mendapat air bersih adalah bentuk ketimpangan serius yang tidak bisa dibiarkan,” tegas Anhar.

Menurutnya, persoalan air bersih tidak boleh hanya dilihat dari sisi teknis, tetapi juga harus dipahami sebagai bagian dari keadilan sosial yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Anhar mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk segera mengevaluasi kinerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan mempercepat pemerataan infrastruktur layanan air bersih, khususnya di daerah-daerah pinggiran seperti Bukuan.

“Masyarakat Bukuan tidak menuntut fasilitas mewah. Mereka hanya ingin diperlakukan setara, mendapatkan hak dasar yang seharusnya dijamin oleh negara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tanpa langkah konkret dan komitmen serius, ketimpangan seperti ini akan terus menghambat kualitas hidup warga di wilayah terdampak.

“Sudah saatnya pemerintah menunjukkan kehadirannya, bukan hanya di pusat kota, tapi juga di pinggiran yang selama ini terabaikan,” tutup Anhar.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial