Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Advertorial

Transisi Pemerintahan Uji Konsistensi Program Gratis Pol, Novan Ajak Publik Pahami Prosesnya

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : Ist)

SAMARINDA – Program Gratis Pol yang digagas oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tengah menghadapi tantangan dalam masa transisi pemerintahan.

Meski menjadi harapan besar masyarakat, pelaksanaan program ini menuai kritik, terutama terkait pembatasan usia penerima manfaat.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengingatkan publik bahwa setiap kebijakan memerlukan proses dan tidak bisa langsung diterapkan secara instan.

“Program ini masih dalam tahap finalisasi. Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum juga masih dalam proses asistensi di Kementerian Dalam Negeri,” jelas Novan.

Menurutnya, hambatan utama bukan terletak pada niat politik, tetapi karena masih mengacu pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) pemerintahan sebelumnya. Revisi terhadap RPJMD memerlukan prosedur formal serta persetujuan dari DPRD Provinsi.

“Gubernur dan Wakil Gubernur baru tetap harus mengikuti arah kebijakan jangka menengah yang sudah ditetapkan. Proses revisi ini tidak bisa dilakukan sembarangan, perlu tahapan dan kesepakatan politik,” tambahnya.

Menanggapi kritik terkait batasan usia dalam program Gratis Pol Pendidikan, Novan menegaskan bahwa hal tersebut bukan bentuk diskriminasi, melainkan strategi untuk memfokuskan manfaat kepada kelompok usia produktif yang dinilai paling strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Ini bukan soal mengecualikan, tetapi soal fokus sasaran. Pemerintah ingin menyiapkan generasi emas, dan itu dimulai dari kelompok usia yang paling potensial secara pendidikan,” ungkapnya.

Di tengah dinamika kebijakan ini, Novan meminta masyarakat untuk bersabar dan memberi waktu bagi pemerintah provinsi menyempurnakan seluruh tahapan implementasi. Ia menegaskan bahwa program ini tetap menjadi prioritas dan akan mulai dijalankan dalam 100 hari kerja kepala daerah.

“Janji kampanye tetap menjadi komitmen. Kita hanya perlu menunggu penyelesaian proses administratif dan teknokratis, agar pelaksanaannya bisa maksimal,” tutup Novan.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WITA

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WITA

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WITA

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WITA

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WITA

Trending on Advertorial