Menu

Dark Mode
Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

Advertorial

Transisi Pemerintahan Uji Konsistensi Program Gratis Pol, Novan Ajak Publik Pahami Prosesnya

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : Ist) Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto : Ist)

SAMARINDA – Program Gratis Pol yang digagas oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tengah menghadapi tantangan dalam masa transisi pemerintahan.

Meski menjadi harapan besar masyarakat, pelaksanaan program ini menuai kritik, terutama terkait pembatasan usia penerima manfaat.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengingatkan publik bahwa setiap kebijakan memerlukan proses dan tidak bisa langsung diterapkan secara instan.

“Program ini masih dalam tahap finalisasi. Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum juga masih dalam proses asistensi di Kementerian Dalam Negeri,” jelas Novan.

Menurutnya, hambatan utama bukan terletak pada niat politik, tetapi karena masih mengacu pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) pemerintahan sebelumnya. Revisi terhadap RPJMD memerlukan prosedur formal serta persetujuan dari DPRD Provinsi.

“Gubernur dan Wakil Gubernur baru tetap harus mengikuti arah kebijakan jangka menengah yang sudah ditetapkan. Proses revisi ini tidak bisa dilakukan sembarangan, perlu tahapan dan kesepakatan politik,” tambahnya.

Menanggapi kritik terkait batasan usia dalam program Gratis Pol Pendidikan, Novan menegaskan bahwa hal tersebut bukan bentuk diskriminasi, melainkan strategi untuk memfokuskan manfaat kepada kelompok usia produktif yang dinilai paling strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Ini bukan soal mengecualikan, tetapi soal fokus sasaran. Pemerintah ingin menyiapkan generasi emas, dan itu dimulai dari kelompok usia yang paling potensial secara pendidikan,” ungkapnya.

Di tengah dinamika kebijakan ini, Novan meminta masyarakat untuk bersabar dan memberi waktu bagi pemerintah provinsi menyempurnakan seluruh tahapan implementasi. Ia menegaskan bahwa program ini tetap menjadi prioritas dan akan mulai dijalankan dalam 100 hari kerja kepala daerah.

“Janji kampanye tetap menjadi komitmen. Kita hanya perlu menunggu penyelesaian proses administratif dan teknokratis, agar pelaksanaannya bisa maksimal,” tutup Novan.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial