Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

News

Bisa Picik Kepala! Tahun Depan Kendaraan Bermotor Kena Dua Jenis Pajak Baru, Simak Simulasinya dan Apa Itu Opsen Pajak

badge-check


					Kolase ilustrasi kendaraan bermotor dan pajak/ kolase oleh Fasenews.id Perbesar

Kolase ilustrasi kendaraan bermotor dan pajak/ kolase oleh Fasenews.id

FASENEWS.ID –  Mulai 2025 mendatang, dua jenis pajak baru akan dikenakan untuk para konsumen kendaraan bermotor di Indonesia.

Kendaraan bermotor itu tentu saja termasuk di antaranya adalah sepeda motor dan mobil pribadi.

Dua jenis pajak baru itu mulai diberlakukan pemerintah per 5 Januari 2025 mendatang.

Untuk teknisnya, pajak akan masuk dalam kolom biaya di STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

Lalu, apa saja dua jenis pajak baru untuk kendaraan bermotor itu? 

Keduanya adalah tambahan pajak (opsen) pajak kendaraan bermotor (PKB).

Satu lagi, yakni opsen bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

Kebijakan ini diambil berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).

Beberapa jenis kendaraan yang dikenakan opsen (tambahan pajak) itu adalah sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, mobil barang, dan juga kendaraan khusus.

Total Pajak Harus Dibayar Pengguna Kendaraan Bermotor 

Adanya penambahan ini, membuat rincian biaya yang harus dibayar oleh pengguna kendaraan bermotor menjadi bertambah.

Kini ada tujuh komponen pajak yang harus dibayar, yakni:

1. BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor)

2. Opsen BBN KB

3. PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)

4. Opsen PKB

5. SWDKLLJ (Sumbangan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)

6. Biaya adm STNK, dan

7. Biaya admin TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor)

Dengan adanya dua pajak baru itu, maka pajak baru untuk kendaraan bermotor akan menjadi lebih mahal.

Rincian soal opsen PKB dan BBNKB 

Penambahan pajak baru berupa opsen PKB dan opsen BBNKB ini sudah dirincikan dalam beleid pemerintah.

Yakni sebesar 66 persen yang dihitung dari besaran pajak terutang.

Jika disimulasikan, misalnya, kendaraan bermotor dikenakan PKB sebesar Rp1 juta, maka akan ada tambahan opsen PKB sebesar Rp660 ribu (66 persen).

Otomatis, nilai pajak kendaraan menjadi sekitar Rp 1,6 juta.

Untuk pembayarannya pun dibayarkan bersamaan dengan penyetoran pajak kendaraan bermotor.

Lebih Rinci Lagi soal Opsen Pajak 

Hal ini diatur dalam Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).

Dilansir dari MODUL DPRD, salah satu tujuan opsen pajak adalah untuk perluasan basis pajak.

Hal ini memungkinkan untuk pemerintah kabupaten/kota mendapatkan langsung pungutan pajak itu, tanpa harus melewati proses di provinsi.

Disebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota dapat memungut opsen dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Untuk opsen pajak kendaraan bermotor, baik PKB dan BBNKB yang berhak dikenakan oleh pemkab/pemkot sebesar 66% dari PKB dan BBNKB yang diterima pemprov.

Dengan adanya opsen PKB dan BBNKB ini, diharapkan kabupaten/kota menerima bagiannya lebih cepat dan transparan. (as)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

Dari Kertas Bekas Jadi Karya Bernilai: Edukasi Lingkungan Lewat PENDIKRESA Bersama Anak Usia Dini

14 January 2026 - 10:52 WIB

Trending on News