FASENEWS.ID – Sopir pengemudi truk tronton atas nama Rauf telah ditetapkan sebagai tersangka usai kejadian kecelakaan beruntun di Tol Cipularang beberapa hari lalu.
Dari hasil penyidikan kepolisian yang memerikssa bukti-bukti dan memperoleh keterangan dari para saksi-saksi, ada beberapa hal yang diungkap menjadi kesalahan Rouf sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun di Tol Cipularang itu.
Tim redaksi rangkum beberapa kesalahan Rouf sebagaimana dijelaskan oleh pihak kepolisian:
1. Tak Patuhi Rambu Lalu Lintas
Pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast sebut bahwa ada rambu-rambu yang tidak diikuti oleh Rouf.
Diketahui lokasi kejadian itu, ada jalanan menurun yang semestinya diikuti dengan rambu untuk mengurangi kecepatan.
Serta, lintasan truk seyogyanya di lajur kiri ketika dalam posisi perlahan.
Tetapi, truk yang dikemudian Rouf justru berada di lajur kanan.
“Terlebih saat kejadian, hujan sudah mengguyur wilayah tersebut, seharusnya sopir melintas secara perlahan karena jarak pandang yang terbatas,” katanya.
2. Laju Kendaraan 50 – 60 Km Per Jam
Truk tronton yang dikemudikan Rouf melaju pada kecepatan 50 – 60 km per jam.
“Saudara R (Rouf) pada saat mengemudikan kendaraan truk Hino tractor head Nomor Polisi B 9440 JIN dengan kecepatan 50 hingga 60 Km per jam,” kata Jules.
Dalam posisi itu, perseneling truk ada di posisi 5 yang berpotensi kecepatan akan kembali bertambah.
“Kondisi gigi persneling berada di posisi 5,” ucapnya.
3. Melaju di Jalur Cepat Sebelah Kanan
Rouf diketahui melajukan kendaraannya di jalur cepat pada sisi kanan Tol Cipularang.
Ketika berada di lokasi kejadian, kendaraan Rouf kemudian tidak bisa menurunkan kecepatan, sementara mobil lain melaju pelan.
“Selanjutnya menabrak beberapa kendaraan yang sedang melaju pelan karena sedang terjadi antrean,” kata Jules.
4. Penjelasan Rouf
Sebelumnya, saat berada di Mapolresta Purwakarta, awak media sempat bertanya kepada Rouf mengenai apa yang sebenarnya terjadi di detik-detik kecelakaan beruntun di Tol Cipularang itu.
Kepada awak media, Rouf katakan dirinya sama sekali tidak mengantuk. Rouf juga mengaku dirinya sudah mendapatkan istrirahat cukup sebelum kejadian itu terjadi.
“Istirahat cukup, tidak ngantuk,” kata Rouf, Kamis (14/11/2024).
Soal pengereman truk tronton, ia malah menyebut sudah melakukan pengereman.
“Tidak mungkin enggak ngerem, sudah direm,” katanya.
Sebagai informasi, kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang Senin lalu.
Ada 17 kendaraan yang berimbas dari kecelakaan beruntun itu.
Sebanyak 30 orang menjadi korban dengan satu di antaranya meninggal dunia. (as)







