Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

News

Kenapa Kereta Tanpa Rel Cancel Digunakan di IKN dan Mau Dikembalikan ke Cina? 

badge-check


					Kereta Tanpa Rel yang urung digunakan sebagai moda transportasi di IKN/ Dok Kemenhub Perbesar

Kereta Tanpa Rel yang urung digunakan sebagai moda transportasi di IKN/ Dok Kemenhub

FASENEWS.ID – Sempat menjadi andalan untuk moda transportasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), kereta tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) dinyatakan tak jadi akan diaplikasikan.

Penyebabnya, ART yang diproduksi oleh China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) itu tak lolos uji coba.

Gagal lulus uji coba, ART ini akan dikembalikan lagi ke negara asal, Cina.

Lantas apa alasan gagalnya ART itu di fase uji coba?

Melalui keterangan tertulisnya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Budi Rahardjo sampaikan bahwa awalnya, ART ini memang diplot untuk bisa menjadi moda transportasi ramah lingkungan di IKN.

Ramah lingkungan, dikarenakan sumber daya yang digunakan adalah baterai.

“ART dioperasikan menggunakan baterai. Alhasil, kendaraan ini dapat meminimalisir emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi fosil,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11/2024).

Dilanjutkannya, bahwa sebelum bisa operasional di IKN, perlu dilakukan uji coba untuk itu.

Uji coba ini didasarkan melalui MoU antara Otoritas IKN dengan pihak vendor ART yakni Norinco dengan partisipasi dari CRRC Qindao Sifang.

Uji coba itu telah dilakukan selama dua bulan di kawasan IKN.

Dari ujicoba, hasilnya Otoritas IKN menilai bahwa sistem ART belum bisa berfungsi dengan baik.

“Sebagaimana kita ketahui, setelah berjalan uji coba selama kurang lebih 2 bulan, Otoritas IKN (OIKN) telah melakukan evaluasi. Hasil penilaian hingga evaluasi oleh OIKN, ditemukan bahwa kereta tanpa rel, khususnya system autonomous belum dapat berfungsi dengan baik di IKN,” bebernya.

“Menurut hemat kami kita semua sepakat bahwa untuk IKN kita mencari yang terbaik. Jika kemudian ART dipandang belum memenuhi standar evaluasi dari OIKN, tidak ada masalah, karena negara juga tidak dirugikan. Hal ini dikarenakan pembiayaan uji coba ditanggung oleh vendor ART,” pungkasnya. (as)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

Dari Kertas Bekas Jadi Karya Bernilai: Edukasi Lingkungan Lewat PENDIKRESA Bersama Anak Usia Dini

14 January 2026 - 10:52 WIB

Trending on News