Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

News

Kenapa Kereta Tanpa Rel Cancel Digunakan di IKN dan Mau Dikembalikan ke Cina? 

badge-check


					Kereta Tanpa Rel yang urung digunakan sebagai moda transportasi di IKN/ Dok Kemenhub Perbesar

Kereta Tanpa Rel yang urung digunakan sebagai moda transportasi di IKN/ Dok Kemenhub

FASENEWS.ID – Sempat menjadi andalan untuk moda transportasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), kereta tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) dinyatakan tak jadi akan diaplikasikan.

Penyebabnya, ART yang diproduksi oleh China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) itu tak lolos uji coba.

Gagal lulus uji coba, ART ini akan dikembalikan lagi ke negara asal, Cina.

Lantas apa alasan gagalnya ART itu di fase uji coba?

Melalui keterangan tertulisnya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Budi Rahardjo sampaikan bahwa awalnya, ART ini memang diplot untuk bisa menjadi moda transportasi ramah lingkungan di IKN.

Ramah lingkungan, dikarenakan sumber daya yang digunakan adalah baterai.

“ART dioperasikan menggunakan baterai. Alhasil, kendaraan ini dapat meminimalisir emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi fosil,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11/2024).

Dilanjutkannya, bahwa sebelum bisa operasional di IKN, perlu dilakukan uji coba untuk itu.

Uji coba ini didasarkan melalui MoU antara Otoritas IKN dengan pihak vendor ART yakni Norinco dengan partisipasi dari CRRC Qindao Sifang.

Uji coba itu telah dilakukan selama dua bulan di kawasan IKN.

Dari ujicoba, hasilnya Otoritas IKN menilai bahwa sistem ART belum bisa berfungsi dengan baik.

“Sebagaimana kita ketahui, setelah berjalan uji coba selama kurang lebih 2 bulan, Otoritas IKN (OIKN) telah melakukan evaluasi. Hasil penilaian hingga evaluasi oleh OIKN, ditemukan bahwa kereta tanpa rel, khususnya system autonomous belum dapat berfungsi dengan baik di IKN,” bebernya.

“Menurut hemat kami kita semua sepakat bahwa untuk IKN kita mencari yang terbaik. Jika kemudian ART dipandang belum memenuhi standar evaluasi dari OIKN, tidak ada masalah, karena negara juga tidak dirugikan. Hal ini dikarenakan pembiayaan uji coba ditanggung oleh vendor ART,” pungkasnya. (as)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214

24 April 2026 - 03:10 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

21 April 2026 - 19:33 WITA

DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

19 April 2026 - 16:52 WITA

PA GMNI Kaltim: Demonstrasi 21 April Adalah “Koreksi Cinta” untuk Pemerintah

19 April 2026 - 10:40 WITA

Agus Suwandi Nilai Perubahan Wajah Kota Samarinda Sebagai Contoh Kongkrit Sinergi Level Pemerintahan

17 April 2026 - 10:29 WITA

Trending on Daerah