Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Nasional

Respon CELIOS Terkait Kabinet Gemuk Prabowo-Gibran: “Beban Fiskal, Minus Zaken Kabinet”

badge-check


					CELIOS memberikan tanggapan atas Kabinet Merat Putih Prabowo-Gibran/Foto: IST Perbesar

CELIOS memberikan tanggapan atas Kabinet Merat Putih Prabowo-Gibran/Foto: IST

FASENEWS.ID – Dalam beberapa waktu terakhir, pembentukan kabinet oleh Presiden Joko Widodo dengan pasangan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran telah menjadi sorotan publik, terutama mengenai komposisi dan kinerja yang diharapkan, serta CELIOS memberikan tanggapannya.

CELIOS (Center of Economic and Law Studies) memberikan tanggapan kritis terhadap kabinet yang disebut-sebut sebagai “gemuk” ini, dengan fokus pada potensi beban fiskal yang akan ditanggung oleh negara.

Kabinet Merah Putih diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi perekonomian Indonesia, namun CELIOS menilai bahwa penambahan jumlah menteri dan posisi yang terlalu banyak justru dapat menghambat pengambilan keputusan yang efisien.

Dalam laporan terbaru, CELIOS mencatat bahwa struktur kabinet yang besar ini berisiko menciptakan kerumitan dalam koordinasi antar kementerian.

Hal ini dapat berimbas pada lambatnya implementasi kebijakan yang diperlukan untuk merespons tantangan ekonomi saat ini.

Salah satu poin utama yang diangkat oleh CELIOS adalah mengenai beban fiskal yang timbul akibat pengeluaran yang meningkat untuk mendukung kabinet yang besar.

Dalam konteks ekonomi Indonesia yang masih dalam pemulihan pasca pandemi, pengeluaran yang tidak terencana dapat mengganggu kestabilan anggaran negara.

CELIOS mengingatkan bahwa setiap tambahan posisi dalam kabinet membutuhkan alokasi anggaran yang signifikan, yang seharusnya bisa dialokasikan untuk program-program pengembangan yang lebih produktif.

Di sisi lain, CELIOS juga menggarisbawahi pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam kabinet tersebut.

Meskipun jumlah menteri banyak, tanpa adanya kapasitas dan integritas yang memadai, tujuan dan visi pembangunan nasional bisa terancam tidak tercapai.

Oleh karena itu, pemilihan menteri yang tidak hanya berdasarkan afiliasi politik, tetapi juga berdasarkan kompetensi dan pengalaman sangatlah krusial.

Dalam kesimpulannya, CELIOS berharap agar kabinet Prabowo-Gibran dapat menjalankan tugasnya dengan efektif, meskipun tantangan yang ada cukup besar.

Diperlukan komitmen untuk menjaga efisiensi dan efektivitas dalam pengambilan keputusan, serta perhatian yang serius terhadap pengelolaan fiskal.

Dengan demikian, diharapkan kabinet ini tidak hanya menjadi “gemuk” dalam jumlah, tetapi juga “gemuk” dalam kontribusi terhadap kemajuan bangsa. (naf)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas

2 July 2026 - 06:50 WITA

Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran

3 June 2026 - 17:05 WITA

Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Baru Dicopot Presiden

2 June 2026 - 17:59 WITA

Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN

2 June 2026 - 16:11 WITA

MK Tegaskan Sanksi Tegas Parpol Tak Penuhi Kuota 30% Perempuan

26 May 2026 - 10:57 WITA

Trending on Nasional