Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Samarinda

Andi Harun Tegaskan Orang Tua dan Siswa Tidak Boleh Dibebani Jual-Beli Buku

badge-check


					Wali Kota Samarinda, Andi Harun/ Foto: Fasenews.id Perbesar

Wali Kota Samarinda, Andi Harun/ Foto: Fasenews.id

FASENEWS.ID, SAMARINDA –  Wali Kota Samarinda Andi Harun, angkat suara terkait keluhan-keluhan yang kini tengah merajalela di tengah dunia pendidikan, yakni melonjaknya harga buku paket-LKS setiap tahunnya.

Wali Kota Andi Harun banyak menerima laporan dari orang tua murid, bahwa tidak sedikit siswa SD-SMP yang enggan untuk bersekolah lantaran mendapat intimidasi dari guru, karena tidak bisa membeli buku.

“Yang perlu diketahui, buku wajib dibiayai oleh dana bos, dan sudah ada dianggarkan pada setiap sekolah. Sedangkan untuk buku penunjang, itu ditanggung APBD Kota Samarinda,” ungkap Wali Kota Samarinda Andi Harun, Sabtu (10/8/2024).

Diketahui, para murid SD-SMP Negeri, justru banyak didesak pihak sekolah untuk membeli buku penunjang.

Hal ini membuat orang nomor satu di Samarinda itu geram.

“Saya sudah membuat keputusan, sekolah tidak boleh menyuruh membeli buku, baik buku penunjang maupun buku wajib. Sekolah tidak berhak untuk memaksa apalagi mengintimidasi anak didiknya dengan urusan pembelian buku,” ujarnya.

Andi Harun juga membeberkan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan sidak ke sekolah-sekolah SD-SMP yang telah masuk dalam laporan praktik jual-beli buku paket-LKS.

“Perlu juga saya sampaikan, jadi kalau ada sekolah SD-SMP itu urusan wali kota. Untuk SMA/SMK itu kewenangan gubernur. sehingga, jika masih ada laporan terkait praktik jual beli di sekolah saya akan tindak dengan tegas,” beber Andi Harun.

Kemudian, AH sapaan akrabnya, juga menyampaikan agar orang tua murid tidak boleh dibebani untuk membeli buku, baik buku wajib maupun penunjang.

“Orang tua harus berani menolak. Karena sekarang ini penyakit kita di Republik Indonesia (RI) adalah tipu-tipu, basa-basi, korupsi, dan suap. Mencari uang dengan cara yang tidak benar,” tutup AH. (nit)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

APPRI Kaltim: Proyek RDMP Balikpapan Jadi Tonggak Penting Kemandirian Energi Nasional

27 November 2025 - 11:41 WIB

Syarifudin Tangalindo Nahkoda Baru Himpunan Warga Buton Samarinda

22 November 2025 - 10:53 WIB

Pengamanan Demo Wajib Humanis

1 September 2025 - 11:20 WIB

Ribuan Warga Buton Lapandewa Kaindea di Samarinda Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat

26 August 2025 - 12:34 WIB

Trending on Daerah