Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Teknologi Tepat Guna Dorong Peningkatan Produktivitas dan Kemandirian Masyarakat Desa di Kaltim

badge-check


					Analis SDM Aparatur Ahli Madya di DPMPD Kaltim, Sumarwoto/ Foto: Fasenews.id Perbesar

Analis SDM Aparatur Ahli Madya di DPMPD Kaltim, Sumarwoto/ Foto: Fasenews.id

FASENEWS.ID – Sebagai salah satu solusi inovatif, Teknologi Tepat Guna (TTG) mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberi dampak positif terhadap lingkungan serta perekonomian.

Analis SDM Aparatur Ahli Madya di DPMPD Kaltim, Sumarwoto menyatakan bahwa teknologi tepat guna merupakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mudah dimanfaatkan dan dirawat, serta memberikan kontribusi positif baik dalam hal ekonomi maupun lingkungan.

“Teknologi ini harus menjawab permasalahan masyarakat tanpa merusak lingkungan. Pemanfaatannya juga mampu meningkatkan produktivitas,” terangnya dalam kegiatan Sosialisasi TTG di Hotel Gran Senyiur pada Kamis, (14/11/2024) lalu.

Menurut Sumarwoto, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penerapan teknologi tepat guna, yang pertama, teknologi tersebut harus benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat lokal.

Kemudian yang kedua, masyarakat harus dapat memanfaatkan teknologi tersebut dengan mudah, termasuk dalam hal pemeliharaannya.

Ketiga, teknologi ini harus mampu meningkatkan produktivitas serta memberikan manfaat lebih, baik dalam aspek ekonomi maupun lingkungan.

“Produk unggulan desa, misalnya, adalah contoh nyata dari pemanfaatan teknologi tepat guna. Dengan mempertimbangkan kelayakan teknis dan sosial budaya setempat, produk unggulan dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi masyarakat desa,” lanjut Sumarwoto.

Sebagai bagian dari Tim Kerja TTG, Sumarwoto juga menjelaskan bahwa produk unggulan desa, baik barang maupun jasa, berpotensi memiliki nilai ekonomis tinggi dan dapat bersaing di pasar.

Melalui penguasaan teknologi, dukungan infrastruktur, dan kemampuan sumber daya manusia di desa, produk ini dapat dihasilkan, dan juga produk unggulan desa juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Talenta masyarakat lokal dan ketersediaan bahan baku menjadi kunci dalam menciptakan produk unggulan. Ketika masyarakat desa menguasai teknologi dan mampu memanfaatkan sumber daya yang ada, potensi ekonomi desa dapat berkembang pesat,” ungkapnya.

Eka Kurniati, Sekretaris DPMPD Kaltim, menjelaskan bahwa penerapan teknologi tepat guna serta pengembangan produk unggulan desa bertujuan untuk memperkuat kemandirian masyarakat.

Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) yang ada di setiap kabupaten/kota berfungsi sebagai lembaga yang menciptakan produk-produk unggulan desa.

“Untuk mendorong perekonomian lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial