Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Advertorial

Tantangan dan Peluang Program Desa Presisi dalam Pengembangan Potensi Desa di Kaltim

badge-check


					Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto/ Foto: HO Perbesar

Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto/ Foto: HO

FASENEWS.ID – Kolaborasi antara Program Desa Presisi, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur diharapkan bisa mengoptimalkan pengembangan potensi desa melalui pemetaan digital.

Program ini bertujuan untuk memetakan sektor-sektor desa, termasuk sumber daya manusia dan alam, guna mendukung pengembangan kebijakan dan ekonomi di tingkat desa.

Puguh Harjanto, Kepala DPMPD Kaltim, menjelaskan pada Selasa (25/10/2023) bahwa pendekatan desa presisi berbasis desa digital akan dikelola dengan teknologi digital, bertujuan menghasilkan data akurat yang bisa diolah untuk berbagai keperluan.

“Desa presisi ini memetakan faktor yang ada di lapangan ke dalam satu data. Ini bisa menjadi bahan untuk layanan publik, pengembangan ekonomi, serta kebijakan ke depan,” ungkapnya.

Walaupun program Desa Presisi memiliki potensi besar, Puguh menyebutkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah terbatasnya infrastruktur internet di desa-desa.

Sebanyak 45 desa saat ini belum memiliki akses internet yang memadai, sementara 52 desa lainnya masih mengalami keterbatasan jaringan.

Situasi ini menjadi tantangan besar dalam penerapan program berbasis digital di daerah pedesaan.

“Kami masih terkendala dengan akses internet di beberapa desa. Kami berharap pentingnya berkolaborasi dengan instansi terkait, seperti Diskominfo, sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini,” ucap Puguh.

Selain infrastruktur, DPMPD juga menghadapi tantangan dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat aparatur desa.

Karena tidak semua aparatur desa menguasai teknologi digital dengan baik, penguatan kapasitas melalui pelatihan serta dukungan sistem menjadi hal yang sangat penting.

Agar program Desa Presisi dan Desa Digital dapat berjalan dengan efektif, Puguh menginginkan adanya dukungan dari semua pihak, baik di tingkat provinsi maupun pusat, untuk mengatasi kendala yang ada.

Selain meningkatkan layanan publik, program ini juga bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi dan melakukan pemetaan potensi desa secara menyeluruh.

“Kami terus mendorong agar desa-desa dapat memaksimalkan teknologi digital, namun hal ini memerlukan dukungan penuh dari berbagai pihak,” jelasnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

30 June 2026 - 23:05 WITA

DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

30 June 2026 - 23:01 WITA

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, Langkah Pemulihan Harus Dipercepat Demi Selamatkan Aktivitas Ekonomi

30 June 2026 - 22:38 WITA

DPRD Samarinda Ragukan Target Laba BPR Rp2,7 Miliar, Meski Kinerja Terus Membaik

29 June 2026 - 23:12 WITA

Kebakaran Gang Mawar Jadi Alarm Penataan Permukiman, DPRD Samarinda Dorong Solusi Jangka Panjang

29 June 2026 - 23:07 WITA

Trending on Advertorial