Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

News

Soal Rumah Longsor di Samboja Karena Pertambangan, Diduga Perusahaan Langgar Aturan

badge-check


					Bekas galian tambang di samboja darat tepat disamping rumah warga (ist) Perbesar

Bekas galian tambang di samboja darat tepat disamping rumah warga (ist)

SAMARINDA, Fasenews.id – Wakil ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun mengaku sudah menerima laporan masyarakat terkait musibah longsor yang menimpah rumah seorang warga RT 1 Desa Amborawang Darat, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diduga karena aktivitas pertambangan.

Dari gambaran yang ia terima, disinyalir perusahaan tersebut menyalahi aturan batas minimum operasional pertambangan.

Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batubara disebutkan bahwa jarak minimal tepi galian lubang tambang dengan pemukiman warga adalah 500 meter.

“Kalau saya lihat posisinya itu tidak sampai 500 meter dan itu berpotensi juga pada jalan negara atau jalan provinsi, itu bisa juga longsor kalau tidak segera ditanggulangi,”kata Samsun saat dikonfirmasi pada, Rabu (29/05/24).

Wakil ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun saat dikonfirmasi di kantor DPD PDI Perjuangan

Sebelumnya, pada Senin (27/05) pukul 19.00 Wita, rumah seorang warga di samboja Darat mengalami longsor. Tiga rumah lainya dalam kondisi waspada. Ke empat rumah ini berada dibahu jalan provinsi yang menghubungkan Samarinda- Balikpapan jalur Samboja Senipah.

Peristiwa itu menurut politisi PDI Perjuangan ini tidak bisa digiring ke kejadian alam seperti curah hujan yang tinggi dan lainya. Sebab kata Samsun, hadirnya Peraturan Justru untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa kejadian alam yang bersinggungan dengan aktivitas pertambangan.

“Kalau itu ditaati saya yakin musibah longsor itu tidak akan terjadi. Peraturan dibuat sudah tentu ada analisa dan kajiannya. Ketika aturan itu dilanggar, dampaknya juga harus diantisipasi,”ungkapnya.

Atas respon dari peristiwa tersebut, Samsun bilang, DPRD Kaltim akan melayangkan peringatan termasuk pemanggilan pihak perusahaan.

“Akan kita peringatkan, kita panggil nanti perusahaan. Karena ini atas dasar laporan masyarakat dan kondisi dilapangan. Saya sendiri belum turun kelapangan, tapi sudah ada laporan dari warga masyarakat baik secara japri maupun media sosial,”pungkasnya.

(*)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Filosofi Di Balik Ritual Menginjak Kepala Kerbau dan Gelar Baginda Pemuka Bangsa Kepada Jokowi di Lampung

28 June 2026 - 11:46 WITA

Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran

3 June 2026 - 17:05 WITA

Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN

2 June 2026 - 16:11 WITA

BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

2 June 2026 - 03:11 WITA

Seno Aji Bantah Tudingan Dalang Hak Angket terhadap Rudy Mas’ud

28 May 2026 - 14:50 WITA

Trending on News