SAMARINDA – Di usia ke-81 Republik Indonesia, semangat kemerdekaan justru diarahkan untuk hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Salah satu agenda yang disiapkan DPRD Samarinda adalah donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan tersebut dirancang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus agenda kerja DPRD Samarinda sepanjang Agustus 2026.
Rencana itu telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan dan kemudian dimatangkan melalui Rapat Badan Musyawarah (Banmus).
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menilai peringatan kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum nasional tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi kepedulian yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kami telah menjadwalkan kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Program ini masuk dalam agenda DPRD selama bulan Agustus sebagai bagian dari peringatan HUT RI,” ujar Helmi, Jumat (31/7/2026).
Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan profesional. Dukungan tenaga medis, sarana pemeriksaan, hingga pelaksanaan donor darah sesuai standar pelayanan kesehatan akan disiapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Sekretariat DPRD Samarinda diproyeksikan menjadi pusat kegiatan. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki akses yang relatif mudah bagi masyarakat serta dinilai mampu menunjang pelaksanaan layanan kesehatan dan donor darah dalam satu rangkaian kegiatan.
Di balik agenda tersebut, persiapan teknis masih terus dilakukan. Panitia tengah mematangkan waktu pelaksanaan, jenis layanan kesehatan yang tersedia, hingga mekanisme pendaftaran bagi warga yang ingin memanfaatkan layanan pemeriksaan maupun berpartisipasi dalam donor darah.
Bagi DPRD Samarinda, kegiatan ini memiliki dua makna sekaligus. Pemeriksaan kesehatan membuka ruang bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya, sementara donor darah menjadi bentuk sederhana namun bernilai besar bagi mereka yang membutuhkan.
Helmi berharap, semangat tersebut dapat menjadi wajah lain dari perayaan kemerdekaan di Samarinda.
“Kami ingin perayaan Hari Kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui upacara atau kegiatan seremonial. Ada nilai kepedulian yang ingin kami hadirkan, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat sekaligus ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan melalui donor darah,” katanya.
Menurutnya, kemerdekaan juga memiliki makna ketika masyarakat mampu saling membantu dan hadir bagi sesama. Karena itu, kegiatan sosial tersebut diharapkan bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memperkuat kedekatan antara lembaga legislatif dengan warga.
Melalui sinergi DPRD dan Dinas Kesehatan, peringatan HUT ke-81 RI di Samarinda diharapkan memiliki wajah yang lebih substansial: bukan sekadar merayakan usia Republik, melainkan menerjemahkan kemerdekaan menjadi kepedulian yang nyata.
Sebab, di tengah gegap gempita perayaan Merah Putih, ada nilai kemerdekaan yang jauh lebih sederhana namun berarti—ketika satu tetes darah dan satu pemeriksaan kesehatan dapat menjadi bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat.
(ADV/DPRD Samarinda)











