Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Program Desa Presisi: Pengumpulan Data di Desa Loa Lepu Selesai Dilaksanakan

badge-check


					Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Kaltim, Aswanda saat melakukan pengecekan Program Data Desa Presisi di Kukar/Foto: Fasenews.id Perbesar

Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Kaltim, Aswanda saat melakukan pengecekan Program Data Desa Presisi di Kukar/Foto: Fasenews.id

FASENEWS.ID – Program Desa Presisi di Desa Loa Lepu, Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim, telah menyelesaikan proses pengumpulan datanya.

Robianur, Kasi Pemerintahan Desa Loa Lepu, mengungkapkan bahwa pendataan ini melibatkan 14 sampai 15 enumerator.

Ia menyadari tantangan dalam berhadapan dengan sebagian masyarakat yang merasa bahwa pertanyaan dalam survei terlalu pribadi.

Diketahui, total kartu keluarga tercatat lebih dari 400 KK.

“Kami jelaskan terlebih dahulu apa tujuan dan maksud sensus ini karena ini kan dekat pemilu untuk menghindari penyalahgunaan datanya, cuman kami jelaskan kembali dari awal, secara perlahan jadi masyarakat mau diajak kerja sama,” terangnya.

Robianur mengungkapkan bahwa sejak bulan Agustus 2024, pengumpulan data spasial melibatkan 3 enumerator, sementara pengumpulan data sosial dan ekonomi secara rinci melibatkan 12 enumerator mulai bulan September.

Proses pendataan yang didukung oleh teknologi online berjalan lancar berkat kerja sama antara masyarakat, aparatur desa, dan tim pendamping dari IPB dalam menyelesaikan 250 pertanyaan yang diajukan.

“Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan mendasar semua termasuk sebulan makannya apa, penghasilan berapa, mereka jawab semua dan kami terbantu,” jelasnya.

“Kami membagi tugas karena ada 6 RT, seperti saya mengumpulkan data perkebunan, melaporkan kondisi jalan, titiknya di mana, kalau sekolah, kepala sekolah siapa, total anak muridnya,” ucapnya.

Sebagai salah satu desa yang berpartisipasi dalam program ini, Desa Loa Tepu menjadi tempat pelaksanaan pelatihan pada 29 Agustus 2024.

Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Kaltim, Aswanda, menegaskan bahwa data ini akan berguna bagi Kabupaten Kutai Kartanegara dalam memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial