Menu ✖

Dark Mode
Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa

Advertorial

Penanganan Banjir Bengkuring Tersandera Sengketa Lahan, DPRD Desak Proses Penyelesaian Hukum

badge-check


					Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Warga Bengkuring, Samarinda Utara, kembali menjadi korban banjir akibat lambannya penyelesaian sengketa lahan yang menjadi lokasi proyek pengendalian banjir.

Kondisi ini memicu keprihatinan DPRD Kota Samarinda, yang menilai bahwa ketidakpastian hukum sudah terlalu lama membebani masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD, Aris Mulyanata, menyebut warga terus hidup dalam ketidakpastian karena proyek pengendalian banjir tak kunjung bisa dijalankan.

“Setiap hujan deras, Bengkuring tergenang. Ini bukan hanya soal proyek yang mandek, tapi soal warga yang dibiarkan hidup dalam risiko karena konflik lahan yang tak diselesaikan,” ujarnya.

Sengketa ini berakar dari klaim warga atas lahan yang menurut pemerintah telah dibebaskan sejak 2006. Namun, perbedaan dokumen antara warga dan pemerintah membuat proses mediasi terus buntu tanpa solusi konkret.

“DPRD sudah berupaya menjadi mediator. Tapi selama tidak ada putusan hukum yang mengikat, proyek tidak bisa dijalankan. Ini menyangkut keselamatan ribuan warga,” tegas Aris.

Ia mengkritik lambatnya langkah pemerintah dalam mengambil jalur hukum. Menurutnya, kondisi ini bisa menjadi preseden buruk untuk proyek infrastruktur lainnya jika dibiarkan.

“Kita tidak bisa terus membiarkan proyek vital terhenti karena persoalan aset yang tidak jelas. Ini proyek darurat, bukan proyek biasa,” tambahnya.

Aris mendesak Pemkot Samarinda dan instansi terkait segera membawa kasus ini ke ranah hukum agar ada kepastian, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, serta menghindari potensi konflik sosial yang lebih besar.

“Warga Bengkuring sudah menunggu terlalu lama. Pemerintah harus hadir dengan sikap tegas, memberikan kejelasan hukum, dan memastikan pembangunan berjalan demi kepentingan umum,” tutup Aris.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial