Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Advertorial

Pemkot Samarinda Diminta Siapkan Solusi Berkelanjutan Untuk Hadapi Krisis Sampah

badge-check


					Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Sambutan, Samarinda (ist) Perbesar

Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Sambutan, Samarinda (ist)

SAMARINDA – Pengelolaan sampah adalah tantangan yang dihadapi kota Samarinda saat ini. Dengan produksi sampah yang mencapai sekitar 600 ton per hari, kapasitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang terbatas membuat penumpukan sampah semakin sulit diatasi.

Merespon hal itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim mengakui bahwa sistem pengelolaan sampah di kota ini masih belum optimal.

Deni sapaan akrabnya, menyebut bahwa tanpa sistem pengelolaan yang lebih baik, kondisi ini berpotensi memperburuk masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Samarinda menghasilkan sekitar 600 ton sampah setiap hari, sementara kapasitas TPS yang tersedia sangat terbatas. Jika tidak dikelola dengan baik, penumpukan sampah hanya akan menjadi masalah yang semakin besar,” jelas Deni.

Untuk mencari solusi, pihaknya berencana melakukan studi tur ke dua daerah yang dikenal sukses dalam mengelola sampah, yakni Banyumas dan Bantar Gebang. Kedua wilayah tersebut dinilai telah berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana mereka mengelola sampah dengan lebih baik dan mencari cara untuk menerapkan sistem serupa di Samarinda,” ujar Deni.

Sebagai langkah awal, DLH akan menerapkan program percontohan di salah satu RT atau kelurahan sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Harapannya, program ini bisa menjadi acuan sebelum diterapkan secara lebih luas di seluruh kota.

Selain belajar dari daerah lain, Pemkot Samarinda juga diharapkan mempertimbangkan penggunaan teknologi pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Teknologi ini diharapkan tidak hanya dapat mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menekan emisi karbon, sehingga lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dirinya menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Ia mengajak warga untuk mulai memilah sampah dari rumah, sehingga proses daur ulang bisa lebih efektif.

“Peran rumah tangga sangat penting. Jika setiap keluarga mulai memilah sampah dari rumah, maka beban pengelolaan sampah di TPS dan TPA bisa berkurang,” ucapnya.

Terakhir, Deni berharap dengan adanya inisiatif ini, masalah sampah yang selama ini menjadi permasalahan utama kota dapat teratasi secara lebih efektif dan berkelanjutan. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Novan Tekankan Pentingnya Percepatan Program Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

3 July 2025 - 13:27 WIB

Dewan Bakal Panggil Sekolah Yang Ketahuan Lakukan Praktik Jual Beli Buku

3 July 2025 - 13:13 WIB

Ismail Latisi Apresiasi Pemkot Samarinda Atas Perhatian Pada Warga Sumur Batu

2 July 2025 - 12:42 WIB

Warning Ismail Latisi ke Sekolah: Tidak Boleh Mewajibkan Siswa Membeli Buku Pelajaran

2 July 2025 - 12:16 WIB

Ketimpangan Alokasi Anggaran Pendidikan Dipusat Kota dan Pinggiran Jadi Sorotan DPRD Samarinda

2 July 2025 - 07:34 WIB

Trending on Advertorial