Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Nasional

MoU Proyek Hunian 1 Juta Unit Indonesia – Qatar, Yang Dibangun Ruman Susun atau Komplek Perumahan? 

badge-check


					Sheikh Abdulaziz Abdulrahman Al Thani bersama Prabowo Subianto/ Foto: IG @qilaagroup Perbesar

Sheikh Abdulaziz Abdulrahman Al Thani bersama Prabowo Subianto/ Foto: IG @qilaagroup

FASENEWS.ID – Kerja sama antara dua negara, Indonesia dan Qatar disimbolkan dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengembangan proyek hunian 1 juta unit di Tanah Air.

MoU sudah ditandatangani pada Rabu (8/1/2024) di Istana Merdeka Jakarta antara dua pihak yakni Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Investor Perumahan (SHK) Kerajaan Qatar Yang Mulia Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani.

Dalam prosesnya, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani akan membangun proyek hunian 1 juta unit itu melalui perusahaan Qilaa International Group.

Teknisnya, Qilaa International Group akan membiayai dan mengelola proyek tersebut, sementara lahan untuk perumahan akan disediakan oleh pemerintah Indonesia.

Sementara untuk nilai transaksi belum diumumkan ke publik.

“Saya sebagai investor dan kelompok saya akan berinvestasi di Indonesia. Ini adalah perumahan sosial untuk rakyat, jadi kami dapat mengerjakannya secara profesional dengan dukungan dari semua kelompok saya. Jadi saya berharap dengan dukungan Presiden dan semua orang di sini, Tuan Hashim, para menteri, kami dapat berhasil dalam hal ini,” ucap Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani dilansir siaran pers Kantor Kepresidenan RI, Kamis (9/2/2024).

Lantas apa yang akan dibangun oleh investor Qatar? 

Qatar bukan satu-satunya negara yang diajak kerja sama oleh pemerintah Indonesia dalam program hunian ini.

Beberapa negara lain, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi adalah beberapa daftar yang diharapkan bisa masuk pada proyek pembangunan hunian di Indonesia.

Sementara itu, untuk spesifik dengan Qilla Internasional Group, segmentasi investasi hunian itu akan dilakukan untuk menengah ke bawah.

Kawasannya, sebagaimana dikatakan Maruarar Sirait, akan ditargetkan untuk kawasan perkotaan.

Adapun untuk detail di mana perusahaan Qatar itu akan memulai investasi mereka untuk proyek 1 juta hunian, masih belum dibeberkan jelas.

Maruarat Sirait hanya menjelaskan bahwa dalam waktu ke depan, pemerintah akan pemerintah akan menyiapkan lahan-lahan idle yang dimiliki negara di beberapa lokasi perkotaan.

Lokasi-lokasi lahan idle yang dimiliki pemerintah inilah yang nantinya akan disurvei oleh pihak Qilaa International Group untuk kemudian dibangunkan hunian hingga total 1 juta unit.

Lebih lanjut, apa bentuk hunian itu, dikatakan Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, adalah jenis rumah susun. Ini mengingat kawasan pembangunan yang ada di wilayah perkotaan.

“Ini yang lebih rusun, lebih vertical housing,” ucapnya. (as)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmi Ditahan KPK, Gus Yakut Bilang Tak Terima Aliran Duit Penentuan Kuota Haji

12 March 2026 - 15:05 WIB

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

Megawati Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei

3 March 2026 - 12:35 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

Trending on News