Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

News

Lintas Sektor Sudah Sepakat! Jadi Kapan Pemerintah Umumkan Kebijakan Libur Sekolah saat Ramadan? 

badge-check


					Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti/ IG @abe_mukti Perbesar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti/ IG @abe_mukti

FASENEWS.ID – Baru-baru ini pihak kementerian lintas sektor sudah membahas dan menemui kesepakatan soal adanya kebijakan libur sekolah saat Ramadan.

Terbaru, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti juga sudah menyiapkan laporan untuk diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto soal kebijakan libur sekolah saat Ramadan ini.

Lantas, kapan jadwal pemerintah untuk umumkan kebijakan tersebut, serta bagaimana detail surat edaran yang akan masuk ke sekolah?

Rencana pemerintah untuk mengatur konsep pembelajaran selama Ramadan melalui Surat Edaran (SE) kini semakin jelas.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa draf kebijakan tersebut telah selesai dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

“InsyaAllah dalam minggu depan sudah selesai, karena drafnya sudah rampung,” ujar Mu’ti pada Jumat (17/1/2025).

Namun, ia belum memberikan rincian terkait metode pembelajaran yang akan diterapkan selama bulan suci tersebut.

“Nanti di dalam Surat Edaran ada penjelasannya. Mohon bersabar menunggu sampai SE itu keluar,” tambahnya.

Sebelumnya, Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak bertujuan untuk memberikan libur penuh selama Ramadan, melainkan melakukan penyesuaian sistem pembelajaran yang relevan dengan suasana bulan puasa.

Kebijakan ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.

“Kami akan melaporkan perkembangan kebijakan ini kepada Presiden, termasuk hasil diskusi lintas kementerian. Tujuannya adalah menciptakan pembelajaran yang harmonis dengan nilai-nilai Ramadan,” tutur Mu’ti.

Menurutnya, rancangan kebijakan ini telah melalui proses konsultasi bersama beberapa kementerian, seperti Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Koordinator PMK, dan Kantor Staf Presiden (KSP).

Semua pihak telah menyetujui kerangka kebijakan yang nantinya akan dituangkan dalam surat edaran bersama.

“Kami sedang memfinalisasi surat edaran tersebut. Harapannya, kebijakan ini dapat diterapkan sesuai jadwal dan berjalan dengan lancar,” katanya.

Mu’ti menekankan bahwa penyesuaian pembelajaran selama Ramadan tidak hanya mempertimbangkan aspek pendidikan formal, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk memperdalam nilai spiritual dan pendidikan karakter.

“Sekolah tetap berlangsung, tetapi metode pembelajarannya akan dibuat lebih fleksibel, menyesuaikan dengan suasana Ramadan. Kami ingin memastikan siswa tetap belajar tanpa mengurangi makna bulan suci ini,” jelasnya.

Dalam rapat bersama Presiden, Abdul Mu’ti akan menyampaikan seluruh poin kebijakan yang telah dirumuskan.

Ia berharap masukan dari Presiden dapat menyempurnakan kebijakan ini sebelum resmi diterapkan.

“Laporan ini menjadi langkah penting untuk memastikan semua aspek kebijakan telah terkoordinasi dengan baik. Arahan dari Presiden sangat diperlukan agar kebijakan ini benar-benar optimal,” tutupnya. (as)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214

24 April 2026 - 03:10 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

21 April 2026 - 19:33 WITA

DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

19 April 2026 - 16:52 WITA

PA GMNI Kaltim: Demonstrasi 21 April Adalah “Koreksi Cinta” untuk Pemerintah

19 April 2026 - 10:40 WITA

Agus Suwandi Nilai Perubahan Wajah Kota Samarinda Sebagai Contoh Kongkrit Sinergi Level Pemerintahan

17 April 2026 - 10:29 WITA

Trending on Daerah