Menu

Dark Mode
Agus Suwandi Optimis Pesut Etam Bawa Pulang Trofi Menagih Janji Hibah Lahan Pemakaman PT BBE, Dewan Soroti Keseriusan Perusahaan Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242 Miliar, Ketua DPRD Magetan Menangis Saat Ditahan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214 Hadiri Konsolidasi PDIP Berau, Dua Hal Ini yang Ditekankan Ananda Moeis

Nasional

Komika Soleh Solihun Hitung-hitungan Iuran Tapera, Hasilnya Setelah 100 Tahun Pekerja Baru Dapat Rumah

badge-check


					Komika Soleh Solihun (Instagram/Soleh Solihun) Perbesar

Komika Soleh Solihun (Instagram/Soleh Solihun)

Fasenews.id – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mendapat sorotan banyak pihak.

Program yang diinisiasi sejak 2016 lalu itu akan menghimpun dana masyarakat pekerja, baik PNS, TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan pekerja swasta, serta pekerja mandiri untuk pembiayaan perumahan.

Sorotan publik mengarah pada dipotongnya gaji pekerja setiap bulan. Namun pemerintah menyebutkan Tapera bukan merupakan iuran, melainkan tabungan.

Hal ini membuat bingung masyarakat, komika ternama, Soleh Solihun, pun, pusing memikirkan hitungan yang diberlakukan pada iuran Tapera itu.

Soleh mencoba mengkalkulasi sendiri lewat pemahamannya. Menurutnya, masyarakat baru bisa mendapatkan rumah setelah 100 tahun menabung dengan catatan gaji Rp10 juta dan potongan tiga persen.

Artinya, setiap bulannya pekerja akan menabung Rp300 per bulan untuk mendapatkan rumah. Jika ditotal, maka dalam setahun baru akan terkumpul uang sebanyak Rp3,6 juta. 100 tahun kemudian hasilnya baru bisa dipetik.

“Kalau gaji 10 juta per bulan dipotong Tapera 3% = 300 ribu/bulan, 1 tahun = 3,6 juta. 100 tahun menabung akhirnya bisa deh dapet rumah yang harganya 360 juta. Ngitungnya gitu gak sih?” cuit Soleh di Twitter, @solehsolihun, Selasa 28 Mei 2024.

Cuitan Soleh tersebut selain sebagai bentuk pertanyaan juga dinilai sebagai sindiran. Sebab aturan Tapera belakangan ini telah meninggalkan pro-kontra di kalangan masyarakat.

Banyak yang berpendapat iuran tersebut dianggap berpotensi menciptakan ketidakadilan. Selain itu tidak sedikit juga yang menilai upah kebutuhan pekerja di Indonesia masih belum sepenuhnya mencapai tingkat minimum pendapatan.

Terlepas dari itu, tujuan diberlakukannya Tapera ini sejatinya untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan rumah. Dana yang berasal dari gaji pekerja disisihkan untuk menyicil harga tempat tinggal di masa mendatang. Meski demikian, sosialisasi mengenai hal tersebut nyatanya masih belum maksimal.

(*)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Dadan Soal 19.000 Ekor Sapi untuk MBG: Sekadar Simulasi, Bukan Kebutuhan Riil

24 April 2026 - 16:54 WITA

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Gulirkan Hak Angket Sebagai Respon Tuntutan Masa Aksi 214

24 April 2026 - 03:10 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

21 April 2026 - 19:33 WITA

Tak Lazim, BGN Habiskan Rp1,5 Miliar Untuk Belanja Semir Sepatu

19 April 2026 - 19:32 WITA

DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

19 April 2026 - 16:52 WITA

Trending on Daerah