Menu

Dark Mode
Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

Advertorial

Kerusakan Hutan Pendidikan Unmul, Viktor Tekankan Ketegasan Pemerintah dan Kampus

badge-check


					Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menyampaikan keprihatinannya terhadap kerusakan yang terjadi di kawasan Hutan Pendidikan Universitas Mulawarman (Unmul) akibat aktivitas tambang ilegal.

Viktor sapaan akrabnya, menyesalkan lemahnya sistem pengamanan yang menyebabkan kawasan tersebut rentan terhadap aktivitas ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami dari Komisi II tentu sangat menyayangkan adanya perusakan hutan oleh oknum tertentu. Namun yang lebih kami sesalkan adalah lemahnya pengamanan. Selama bertahun-tahun, hutan ini tidak dijaga dengan baik, baik oleh pihak Unmul maupun oleh pemerintah,” jelas Viktor

Dirinya mengungkapkan bahwa kondisi ini membuka peluang bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan penjarahan, baik berupa penebangan liar maupun aktivitas tambang ilegal.

Lebih lanjut kata Viktor, menegaskan bahwa isu ini berada dalam ruang lingkup Komisi II yang membidangi kehutanan dan lingkungan hidup, meskipun berkaitan pula dengan pertambangan yang menjadi domain Komisi III.

Menurutnya, jika pihak Unmul tidak mampu mengelola hutan pendidikan tersebut dengan baik, seharusnya bisa dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga yang kompeten. Hal itu diyakininya dapat memberi manfaat tidak hanya bagi mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Beberapa tahun lalu kawasan ini sempat ramai karena bisa dijadikan objek wisata alam. Masyarakat pun senang kembali ke alam. Sayang jika dibiarkan rusak. Harapan kami, pemerintah dan Unmul harus berperan aktif untuk menghijaukannya kembali, agar fungsi hutan pendidikan bisa dijalankan, terutama bagi mahasiswa Fakultas Kehutanan Unmul,” ungkapnya.

Viktor mengajak masyarakat dan semua pihak menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Dirinya yakin kepolisian dan Kejaksaan mampu menyelesaikan kasus ini secara profesional.

“Kami percaya kepada aparat penegak hukum. Masyarakat juga harus mendorong agar kasus ini bisa segera dituntaskan. Jangan sampai kita melakukan pengadilan di luar hukum,” tambahnya.

Terakhir, Viktor juga membuka kemungkinan akan ada rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak Unmul untuk mencari solusi bersama dan menyelamatkan kawasan hutan pendidikan tersebut. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial