Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Daerah

Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda

badge-check


					Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda Perbesar

SAMARINDA – Di kawasan Batu Besaung, Sempaja Utara, tempat yang relatif jauh dari pusat kota, sebuah kebersamaan sederhana namun bermakna terjalin antara masyarakat diaspora etnis Buton dan Pemerintah Kota Samarinda.

Sabtu (14/3/2025) malam, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir untuk membersamai warga dalam kegiatan buka puasa bersama. Kehadirannya bukan sekadar agenda seremonial. Ia juga ikut dalam pembagian paket sembako kepada masyarakat diaspora Buton Lapandewa Kaindea sebagai bagian dari upaya mempererat ukhuwah persaudaraan dalam bingkai kebangsaan.

Dari pusat Kota Samarinda, rombongan harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam melewati kawasan yang masih dikelilingi hutan, dengan akses telekomunikasi yang terbatas. Namun jarak itu seakan terbayar lunas ketika Wawali melihat langsung suasana kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah kami dari pemerintah kota bersyukur bisa hadir di sini. Walaupun lokasinya cukup jauh, di tengah hutan, tapi suasana kekeluargaannya benar-benar terasa. Semua berkumpul, tua muda, kakek nenek, semua membaur dengan hangat di tengah cuaca yang dingin,”ujar Saefuddin Zuhri.

Di halaman musala, warga tampak duduk berkelompok bersama keluarga. Anak-anak berlarian kecil, sementara para orang tua berbincang santai menunggu waktu berbuka. Aroma hidangan sederhana mulai tercium, menambah hangat suasana kebersamaan yang terasa begitu kuat.

Bagi Saefuddin, pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat diaspora mampu beradaptasi dan melebur dengan lingkungan baru tanpa kehilangan identitasnya.

Warga Buton yang menetap di Samarinda, menurutnya, telah menjadi bagian dari mozaik sosial kota ini. Ia menilai nilai kekeluargaan yang terbangun di tengah masyarakat seperti ini merupakan kekuatan sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Apapun profesinya, apakah petani, guru, dosen, mahasiswa, semuanya punya peran. Mari kita sama-sama membangun Kota Samarinda agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Musala Ibnu Sina, La Syarifuddin, mengaku kehadiran Wakil Wali Kota menjadi momen yang sangat berarti bagi warga. Tidak banyak pejabat kota yang datang langsung ke kawasan tersebut, mengingat lokasinya cukup terpencil.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman itu mengatakan sebagian besar warga yang tinggal di kawasan tersebut adalah kelompok lanjut usia. Karena itu, kehadiran pemimpin daerah secara langsung memberi semangat tersendiri bagi mereka.

Kehadiran Pak Wawali menjadi penyemangat bagi warga. Karena mayoritas penduduk adalah para lansia, mereka pun terlihat bersemangat karena bisa bertemu dengan pemimpinnya di Samarinda,”ujarnya.

Menurut La Syarifuddin, kegiatan buka puasa bersama ini juga menunjukkan kuatnya ikatan sosial masyarakat diaspora Buton di kawasan tersebut. Warga datang tidak hanya sebagai individu, tetapi bersama keluarga besar mereka.

“Kami bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Warga datang bersama keluarga, dari anak-anak hingga orang tua. Ini menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan masyarakat Buton di sini,” katanya.

Di tengah keterbatasan akses dan jarak dari pusat kota, Batu Besaung malam itu menjadi potret kecil tentang bagaimana keberagaman etnis di Samarinda hidup berdampingan. Bukan sekadar beradaptasi, tetapi benar-benar melebur dalam kehidupan sosial yang harmonis.

Dan di Musala Ibnu Sina, ketika azan magrib akhirnya berkumandang, tangan tangan yang berbeda latar belakang itu bersama-sama mengangkat doa yang sama: kebersamaan yang terus terjaga, serta harapan akan masa depan Samarinda yang semakin baik.

(Fran)

 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ananda Emira Moeis: Penabrakan Jembatan Tak Sekedar Isu Infrastruktur Melainkan Juga Isu Stabilitas Ekonomi Masyarakat

12 March 2026 - 12:40 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

APPRI Kaltim: Proyek RDMP Balikpapan Jadi Tonggak Penting Kemandirian Energi Nasional

27 November 2025 - 11:41 WIB

Syarifudin Tangalindo Nahkoda Baru Himpunan Warga Buton Samarinda

22 November 2025 - 10:53 WIB

Pengamanan Demo Wajib Humanis

1 September 2025 - 11:20 WIB

Trending on Daerah