Menu

Dark Mode
Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

Daerah

Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda

badge-check


					Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda Perbesar

SAMARINDA – Di kawasan Batu Besaung, Sempaja Utara, tempat yang relatif jauh dari pusat kota, sebuah kebersamaan sederhana namun bermakna terjalin antara masyarakat diaspora etnis Buton dan Pemerintah Kota Samarinda.

Sabtu (14/3/2025) malam, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir untuk membersamai warga dalam kegiatan buka puasa bersama. Kehadirannya bukan sekadar agenda seremonial. Ia juga ikut dalam pembagian paket sembako kepada masyarakat diaspora Buton Lapandewa Kaindea sebagai bagian dari upaya mempererat ukhuwah persaudaraan dalam bingkai kebangsaan.

Dari pusat Kota Samarinda, rombongan harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam melewati kawasan yang masih dikelilingi hutan, dengan akses telekomunikasi yang terbatas. Namun jarak itu seakan terbayar lunas ketika Wawali melihat langsung suasana kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah kami dari pemerintah kota bersyukur bisa hadir di sini. Walaupun lokasinya cukup jauh, di tengah hutan, tapi suasana kekeluargaannya benar-benar terasa. Semua berkumpul, tua muda, kakek nenek, semua membaur dengan hangat di tengah cuaca yang dingin,”ujar Saefuddin Zuhri.

Di halaman musala, warga tampak duduk berkelompok bersama keluarga. Anak-anak berlarian kecil, sementara para orang tua berbincang santai menunggu waktu berbuka. Aroma hidangan sederhana mulai tercium, menambah hangat suasana kebersamaan yang terasa begitu kuat.

Bagi Saefuddin, pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat diaspora mampu beradaptasi dan melebur dengan lingkungan baru tanpa kehilangan identitasnya.

Warga Buton yang menetap di Samarinda, menurutnya, telah menjadi bagian dari mozaik sosial kota ini. Ia menilai nilai kekeluargaan yang terbangun di tengah masyarakat seperti ini merupakan kekuatan sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Apapun profesinya, apakah petani, guru, dosen, mahasiswa, semuanya punya peran. Mari kita sama-sama membangun Kota Samarinda agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Musala Ibnu Sina, La Syarifuddin, mengaku kehadiran Wakil Wali Kota menjadi momen yang sangat berarti bagi warga. Tidak banyak pejabat kota yang datang langsung ke kawasan tersebut, mengingat lokasinya cukup terpencil.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman itu mengatakan sebagian besar warga yang tinggal di kawasan tersebut adalah kelompok lanjut usia. Karena itu, kehadiran pemimpin daerah secara langsung memberi semangat tersendiri bagi mereka.

Kehadiran Pak Wawali menjadi penyemangat bagi warga. Karena mayoritas penduduk adalah para lansia, mereka pun terlihat bersemangat karena bisa bertemu dengan pemimpinnya di Samarinda,”ujarnya.

Menurut La Syarifuddin, kegiatan buka puasa bersama ini juga menunjukkan kuatnya ikatan sosial masyarakat diaspora Buton di kawasan tersebut. Warga datang tidak hanya sebagai individu, tetapi bersama keluarga besar mereka.

“Kami bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Warga datang bersama keluarga, dari anak-anak hingga orang tua. Ini menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan masyarakat Buton di sini,” katanya.

Di tengah keterbatasan akses dan jarak dari pusat kota, Batu Besaung malam itu menjadi potret kecil tentang bagaimana keberagaman etnis di Samarinda hidup berdampingan. Bukan sekadar beradaptasi, tetapi benar-benar melebur dalam kehidupan sosial yang harmonis.

Dan di Musala Ibnu Sina, ketika azan magrib akhirnya berkumandang, tangan tangan yang berbeda latar belakang itu bersama-sama mengangkat doa yang sama: kebersamaan yang terus terjaga, serta harapan akan masa depan Samarinda yang semakin baik.

(Fran)

 

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan

27 July 2026 - 09:55 WITA

Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder

5 July 2026 - 20:47 WITA

Sugiyono Gaungkan Spirit Bung Karno untuk Generasi Muda Samarinda

22 June 2026 - 10:40 WITA

Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition

9 June 2026 - 09:59 WITA

PAC PDI Perjuangan Sungai Pinang Perkuat Basis, Tegaskan Komitmen Partai Hadir Nyata untuk Rakyat

25 May 2026 - 16:19 WITA

Trending on Daerah