Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Advertorial

DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Taman Ramah Difabel untuk Anak-Anak Berkebutuhan Khusus

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto : MR) Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto : MR)

SAMARINDA – Komitmen menjadikan Samarinda sebagai kota ramah anak terus digalakkan. Salah satu sorotan datang dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, yang menilai taman-taman kota saat ini masih belum sepenuhnya ramah bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Novan menyampaikan bahwa banyak ruang terbuka hijau (RTH) di Samarinda lebih mengedepankan estetika dibandingkan fungsionalitas inklusif. Akibatnya, anak-anak difabel kesulitan menikmati fasilitas publik yang semestinya bisa diakses semua kalangan.

“Selama ini kita terlalu fokus pada tampilan taman yang bagus untuk difoto, tapi belum memikirkan bagaimana akses anak-anak difabel. Kalau mereka tidak bisa masuk dan bermain, maka itu bukan taman inklusif,” ucap Novan.

Ia menyoroti minimnya jalur ramah kursi roda, tidak adanya permainan yang bisa digunakan oleh anak-anak dengan kebutuhan khusus, serta kurangnya fasilitas pendukung seperti toilet aksesibel.

Menurutnya, kekurangan ini harus segera ditangani agar Samarinda tidak tertinggal dalam upaya meraih predikat Kota Layak Anak kategori utama.

Novan menegaskan bahwa keberadaan taman yang inklusif bukan sekadar pelengkap, tetapi hak dasar anak yang harus dihormati dan dijamin.

Ia juga meminta agar Pemerintah Kota Samarinda lebih terbuka dalam menyerap masukan dari komunitas penyandang disabilitas saat merancang dan membangun fasilitas publik.

“Kalau kita ingin membangun taman untuk semua, maka kita harus libatkan mereka yang tahu langsung tantangannya. Kita tidak bisa asal membangun tanpa memahami kebutuhan khusus anak-anak ini,” jelasnya.

Ia menyarankan agar Samarinda mencontoh kota-kota lain yang telah sukses membangun taman ramah disabilitas dengan kelengkapan seperti jalur khusus pengguna kursi roda, permainan berbasis sensorik, serta informasi dalam bentuk braille.

Tak hanya mengingatkan, Novan memastikan bahwa Komisi IV DPRD Samarinda akan mendorong penganggaran pembangunan taman inklusif dalam pembahasan APBD yang akan datang.

Menurutnya, keberadaan taman semacam itu merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang adil dan tanpa diskriminasi.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi mencerminkan bagaimana kita menghargai hak anak secara utuh,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan serta mendorong pemerintah menciptakan lingkungan kota yang lebih inklusif. Novan menegaskan bahwa ruang publik sejati adalah yang bisa dinikmati oleh semua anak tanpa terkecuali.

“Kalau kita bicara ruang publik, maka itu harus untuk semua. Anak difabel juga punya hak untuk bermain, bersosialisasi, dan berkembang di lingkungan yang ramah,” terangnya.

Terakhir kata dia, berharap dorongan ini bisa menjadi langkah awal menuju perubahan nyata dalam pembangunan ruang terbuka yang lebih ramah, adil, dan menyeluruh bagi semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak penyandang disabilitas. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

30 June 2026 - 23:05 WITA

DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

30 June 2026 - 23:01 WITA

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, Langkah Pemulihan Harus Dipercepat Demi Selamatkan Aktivitas Ekonomi

30 June 2026 - 22:38 WITA

DPRD Samarinda Ragukan Target Laba BPR Rp2,7 Miliar, Meski Kinerja Terus Membaik

29 June 2026 - 23:12 WITA

Kebakaran Gang Mawar Jadi Alarm Penataan Permukiman, DPRD Samarinda Dorong Solusi Jangka Panjang

29 June 2026 - 23:07 WITA

Trending on Advertorial