Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi Lebih Berkeadilan

badge-check


					Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Ronald Stephen Lonteng Perbesar

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Ronald Stephen Lonteng

SAMARINDA – Penerapan data desil sebagai syarat utama dalam jalur afirmasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) mendapat perhatian dari DPRD Kota Samarinda. Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronald Stephen Lonteng, menilai data tersebut penting sebagai acuan, namun tidak layak dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan kelayakan calon peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Menurut Ronald, sistem desil yang disusun pemerintah memang berfungsi memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Meski demikian, dinamika kehidupan warga kerap berubah lebih cepat dibandingkan proses pembaruan data, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakadilan dalam pelaksanaan jalur afirmasi.

“Kalau bicara jalur afirmasi, tentu harus ada acuan yang digunakan. Tetapi desil tidak bisa menjadi satu-satunya indikator karena kondisi ekonomi masyarakat bisa berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak sedikit keluarga yang mengalami penurunan kondisi ekonomi secara mendadak akibat kehilangan pekerjaan, usaha yang merosot, maupun faktor lainnya. Sayangnya, perubahan tersebut belum tentu langsung tercermin dalam data kesejahteraan pemerintah.

Kondisi itu, lanjut Ronald, dapat membuat anak-anak yang sebenarnya berhak memperoleh bantuan pendidikan justru kehilangan kesempatan untuk mengakses jalur afirmasi hanya karena terkendala administrasi yang belum diperbarui.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB harus mengedepankan prinsip keadilan dan kemanusiaan. Jalur afirmasi, menurutnya, hadir bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan memastikan anak-anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan tetap memperoleh hak atas pendidikan.

“Jangan sampai ada masyarakat yang memang membutuhkan, tetapi tidak terakomodasi hanya karena terkendala data yang belum diperbarui,” katanya.

Ronald berharap pemerintah dapat menghadirkan mekanisme verifikasi yang lebih fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, sehingga data desil menjadi salah satu instrumen pendukung, bukan satu-satunya penentu.

“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak yang memang membutuhkan tetap mendapatkan kesempatan bersekolah,” tegasnya.

(ADV/DPRD SAMARINDA)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial