Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

Desa Sungai Bawang Berkomitmen Perjuangkan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat

badge-check


					Kolase Foto Rakernas Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Staf Desa Sungai Bawang, Supiah/ Foto: FASENEWS.ID Perbesar

Kolase Foto Rakernas Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Staf Desa Sungai Bawang, Supiah/ Foto: FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Dalam sosialisasi yang digelar oleh DPMPD Kaltim, Supiah, staf Desa Sungai Bawang, Kukar, mengungkapkan bahwa ia terinspirasi untuk memperjuangkan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) bagi desanya.

Supiah mengungkapkan dalam wawancara dengan tim redaksi bahwa Desa Sungai Bawang, Kukar, masih belum mendapatkan pengakuan MHA.

“Desa kami belum mendapatkan tentang pengakuan adat,” ucapnya.

Setelah mengetahui bahwa beberapa desa telah memperoleh pengakuan MHA dan merasakan manfaatnya, Supiah merasa termotivasi untuk mendapatkan pengakuan serupa bagi Desa Sungai Bawang.

“Kalau melihat desa-desa yang lain sudah mendapatkan MHA ini tentu memotivasi kami agar mendapatkan pengakuan juga,” jelasnya.

Meskipun Desa Sungai Bawang tidak memiliki hutan adat, Supiah menegaskan bahwa mereka tetap berupaya menjaga dan melestarikan adat budaya yang ada.

“Memang Desa Sungai Bawang tidak memiliki hutan adatnya, namun masyarakatnya masih memegang teguh budaya adat istiadatnya, seperti tari-tarian, budaya ladang berpindah dan pembuatan kerajinan tampi serta tikar,” katanya.

Dia menambahkan bahwa saat ini, penduduk Desa Sungai Bawang sebagian besar berasal dari suku Dayak, melebihi jumlah pendatang yang ada.

“Untuk suku di Desa Sungai Bawang mayoritas 90 % asli orang dayak kenyah, bahau, dan tunjung, serta pendatang yang menikah dengan orang pribumi,” terangnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial