Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Daerah

Andi Satya, Sang Dokter yang Baru Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kaltim, Bakal Konsen dengan Isu Kesehatan

badge-check


					Foto: Andi Satya Adi dikonfirmasi usai pelantikan anggota DPRD Kaltim/ Foto: fasenews.id Perbesar

Foto: Andi Satya Adi dikonfirmasi usai pelantikan anggota DPRD Kaltim/ Foto: fasenews.id

FASENEWS.ID, SAMARINDA – Andi Satya Adi baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Kaltim pada, Senin (02/08/2024).

Seperti anggota dewan lainya yang akan dilantik, dia hadir mengenakan jas berwarna hitam, kopiah hitam.

Tampak beda dengan dasi yang melekat di dadanya yang berwarna kuning. Menandakan identitas dirinya sebagai kader partai Golkar.

Pria kelahiran tahun 1982 ini merupakan dokter spesialis kandungan.

Dari latar belakang itu, dia menaruh perhatian pada pembangunan dan pengembangan infrastruktur kesehatan di Benua Etam (sebutan Kaltim).

Stunting begitu disorot. Seperti diketahui angka stunting di Kaltim tahun 2023 di angkat 17 persen, jumlah ini mengalami penurunan di bandingkan tahun 2022 di angka 23 persen.

Akan tetapi masih di atas target nasional 14 persen.

“Pertama yang menjadi isu prioritas masalah infrastruktur. Bukan saja soal infratruktur jalan, perumahan dan lain lain. Tetapi juga termasuk infrastruktur kesehatan infratruktur pendidikan,”ungkapnya.

“Infrastruktur yang baik maka akan mengurangi seperti tadi, stunting yang dibicarakan,”sambungnya lagi.

Isu yang bakal jadi prioritas adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan lapangan pekerjaan.

Jika mengacu pada Indeks Pengembangan Manusia (IPM) di Kaltim saat ini 78,20 persen lebih tinggi dari IPM Nasional 74,39 akan tetapi jumlah pengangguran masih tinggi.

“Ini cukup ironis IPM kita masuk kategori tinggi tetapi angka pengangguran di Kaltim jika dibandingkan provinsi yang lain itu tergolong tinggi, kita akan fokus di situ agar angka pengangguran bisa menurun, kami akan rencanakan bagaimana peningkatan SDM yang baik melalui pelatihan dan sertifikasi,” ungkapnya.

Isu terakhir yang menjadi perhatiannya dirinya ialah terkait isu lingkungan bagaimana pembangunan kedepannya harus memperhatikan aspek keberlangsungan.

“Pembangunan harus merujuk pada lingkungan hijau, mengingat keberadaan IKN di Kaltim pastinya Pembangunan akan terus berlangsung ini yang harus sama-sama kita kawal jangan sampai nantinya lingkungan kita malah rusak,” pungkasnya. (fran)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027

20 October 2026 - 13:09 WITA

Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas

11 September 2026 - 23:13 WITA

Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

7 September 2026 - 10:49 WITA

Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring

3 September 2026 - 10:55 WITA

768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro

2 September 2026 - 18:23 WITA

Trending on Daerah