Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Daerah

Andi Satya, Sang Dokter yang Baru Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kaltim, Bakal Konsen dengan Isu Kesehatan

badge-check


					Foto: Andi Satya Adi dikonfirmasi usai pelantikan anggota DPRD Kaltim/ Foto: fasenews.id Perbesar

Foto: Andi Satya Adi dikonfirmasi usai pelantikan anggota DPRD Kaltim/ Foto: fasenews.id

FASENEWS.ID, SAMARINDA – Andi Satya Adi baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Kaltim pada, Senin (02/08/2024).

Seperti anggota dewan lainya yang akan dilantik, dia hadir mengenakan jas berwarna hitam, kopiah hitam.

Tampak beda dengan dasi yang melekat di dadanya yang berwarna kuning. Menandakan identitas dirinya sebagai kader partai Golkar.

Pria kelahiran tahun 1982 ini merupakan dokter spesialis kandungan.

Dari latar belakang itu, dia menaruh perhatian pada pembangunan dan pengembangan infrastruktur kesehatan di Benua Etam (sebutan Kaltim).

Stunting begitu disorot. Seperti diketahui angka stunting di Kaltim tahun 2023 di angkat 17 persen, jumlah ini mengalami penurunan di bandingkan tahun 2022 di angka 23 persen.

Akan tetapi masih di atas target nasional 14 persen.

“Pertama yang menjadi isu prioritas masalah infrastruktur. Bukan saja soal infratruktur jalan, perumahan dan lain lain. Tetapi juga termasuk infrastruktur kesehatan infratruktur pendidikan,”ungkapnya.

“Infrastruktur yang baik maka akan mengurangi seperti tadi, stunting yang dibicarakan,”sambungnya lagi.

Isu yang bakal jadi prioritas adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan lapangan pekerjaan.

Jika mengacu pada Indeks Pengembangan Manusia (IPM) di Kaltim saat ini 78,20 persen lebih tinggi dari IPM Nasional 74,39 akan tetapi jumlah pengangguran masih tinggi.

“Ini cukup ironis IPM kita masuk kategori tinggi tetapi angka pengangguran di Kaltim jika dibandingkan provinsi yang lain itu tergolong tinggi, kita akan fokus di situ agar angka pengangguran bisa menurun, kami akan rencanakan bagaimana peningkatan SDM yang baik melalui pelatihan dan sertifikasi,” ungkapnya.

Isu terakhir yang menjadi perhatiannya dirinya ialah terkait isu lingkungan bagaimana pembangunan kedepannya harus memperhatikan aspek keberlangsungan.

“Pembangunan harus merujuk pada lingkungan hijau, mengingat keberadaan IKN di Kaltim pastinya Pembangunan akan terus berlangsung ini yang harus sama-sama kita kawal jangan sampai nantinya lingkungan kita malah rusak,” pungkasnya. (fran)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

APPRI Kaltim: Proyek RDMP Balikpapan Jadi Tonggak Penting Kemandirian Energi Nasional

27 November 2025 - 11:41 WIB

Syarifudin Tangalindo Nahkoda Baru Himpunan Warga Buton Samarinda

22 November 2025 - 10:53 WIB

Pengamanan Demo Wajib Humanis

1 September 2025 - 11:20 WIB

Ribuan Warga Buton Lapandewa Kaindea di Samarinda Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat

26 August 2025 - 12:34 WIB

Trending on Daerah