Menu ✖

Dark Mode
Prabowo: Malu Saya Jadi Presiden Jika Rakyat Masih Terus Miskin Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas

Headline

Cerita Haruna Sempat Antisipasi Sebelum Rumahnya Longsor Akibat Aktivitas Pertambangan

badge-check


					Rumah warga yang longsor akibat aktivitas tambang (ist) Perbesar

Rumah warga yang longsor akibat aktivitas tambang (ist)

SAMARINDA, Fasenews.id – Haruna, warga RT 1 Desa Amborawang Darat, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tak punya pilihan. Dia harus meninggalkan rumah yang ditempatinya bersama keluarga.

Badan rumah berukuran 15X9 itu retak karena aktivitas pertambangan. Beruntung, Haruna mengantisipasi lebih awal. Tepatnya pada, Senin (27/05) pukul 19.00 Wita, rumah mereka longsor.

“Saat kejadian kita sudah gak tinggal dirumah, kami antisipasi lebih awal karena keretakan sudah sampai badan rumah. Kalau kita tetaptinggal disitu, takutnya ada korban jiwa. Jadi kami cepat keluar, itupun kami hanya bawa badan tanpa membawa perabotan rumah,”kata Haruna saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Dia bercerita, sejak bulan 11 tahun 2023, aktifitas tambang mulai mendekat ke permukiman. Saat itu Haruna sudah mengajukan komplain ke perusahaan tambang. Namun tidak direspon hingga bulan 3 tahun 2024.

“Kita telpon pihak manajemen cuman bisa dibaca aja,”ungkapnya.

Hari berlalu, upaya Haruna mendorong aktifitas tambang menjauh dari kediamanya tak membuahkan hasil. Pertambangan terus mendekat hingga jarak sekitar 100 meter.

Haruna mengaku telah melapor kemana-mana, dari Kelurahan hingga kecamatan. Dirinya juga memasang banner penolakan.

“Ke Kecamatan sudah ada tiga kali (melapor), tidak ada tanggapan juga solusinya, aku cuman minta bantuan, karena kemana lagi kita mengadu”terang Haruna.

Dari upaya itu kemudian membuahkan mediasi, yang menghadirkan sejumlah pihak termasuk perusahaan tambang. Dari mediasi, Haruna diminta membuat rincian anggaran kerusakan rumah untuk perbaikan yang akan diajukan ke Manajemen.

“Tapi sampai sekarang juga belum ada respon,”bebernya.

Selain rumah Haruna, masih ada tiga rumah lain yang berpotensi mengalami hal serupa. Meskipun tiga rumah itu berada didataran rendah, namun kata Haruna kalau aktifitas tambang terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan juga akan mengalami longsor.

Lebih lanjut Haruna bilang, akibat aktivitas tambang itu juga telah menutup akses pertanian. Sulitnya mendapatkan air bersih.

“Kalau air sekarang kita manfaatkan air sumur, sumur bor. Penghasilan petani juga menurun karena debu, iya kaya apa lah , namannya sudah terkontaminasi dengan debu,”pungkasnya.

(*)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN

22 October 2026 - 12:43 WITA

Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut

22 October 2026 - 12:13 WITA

Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan

9 October 2026 - 08:44 WITA

Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi

5 July 2026 - 17:25 WITA

Filosofi Di Balik Ritual Menginjak Kepala Kerbau dan Gelar Baginda Pemuka Bangsa Kepada Jokowi di Lampung

28 June 2026 - 11:46 WITA

Trending on News