Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Investasi Berbasis Pemberdayaan, Utamakan Tenaga Kerja Lokal dan UMKM

badge-check


					Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto : MR) Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto : MR)

SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani Bin Husain, menegaskan bahwa arus investasi yang masuk ke Kota Tepian harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian lokal.

Sani menilai pemerintah daerah perlu memastikan setiap investor memiliki komitmen untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal sekaligus menjalin kemitraan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Samarinda.

“Yang paling penting adalah seberapa besar investasi tersebut mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal serta menghadirkan peluang usaha,” ujarnya.

Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah investasi yang manfaat ekonominya belum optimal karena sebagian besar tenaga kerja maupun pasokan bahan baku masih didatangkan dari luar daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat perputaran ekonomi yang seharusnya dinikmati masyarakat Samarinda menjadi kurang maksimal.

Karena itu, Sani mendorong Pemerintah Kota Samarinda memperkuat kebijakan investasi dengan menetapkan aturan yang mendorong perusahaan memberdayakan masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa investasi berskala besar tetap diperlukan, namun harus disertai kewajiban untuk memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal dan pelaku UMKM.

“Kita tidak menolak investasi besar, tetapi harus ada aturan yang jelas. Investor perlu memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal dan membangun kemitraan dengan pelaku UMKM di Samarinda,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah memasukkan program pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu syarat dalam pemberian izin investasi. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga.

“Kalau investasi tumbuh tetapi kesejahteraan warga tidak ikut meningkat, berarti tujuan pembangunan belum sepenuhnya tercapai,” pungkasnya.

Sani berharap, ke depan setiap investasi yang masuk ke Samarinda mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari bertambahnya kesempatan kerja, berkembangnya usaha lokal, hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan

30 June 2026 - 23:05 WITA

DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

30 June 2026 - 23:01 WITA

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, Langkah Pemulihan Harus Dipercepat Demi Selamatkan Aktivitas Ekonomi

30 June 2026 - 22:38 WITA

DPRD Samarinda Ragukan Target Laba BPR Rp2,7 Miliar, Meski Kinerja Terus Membaik

29 June 2026 - 23:12 WITA

Kebakaran Gang Mawar Jadi Alarm Penataan Permukiman, DPRD Samarinda Dorong Solusi Jangka Panjang

29 June 2026 - 23:07 WITA

Trending on Advertorial