SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada penyelesaian fisik semata, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Untuk menjaga keberlanjutan sejumlah proyek strategis, DPRD juga mendorong adanya dukungan pendanaan melalui APBN Tahun 2027.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan sejumlah proyek pembangunan masih berada dalam tahap lanjutan. Di sisi lain, kemampuan fiskal daerah yang terbatas menjadi tantangan dalam menyelesaikan program-program strategis tersebut.
Menurutnya, usulan dukungan APBN menjadi langkah penting agar pembangunan tidak terhenti dan tetap berjalan sesuai target yang telah direncanakan.
“Tahapan pembangunan masih berlanjut, sementara kemampuan fiskal daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, dukungan dari APBN menjadi salah satu solusi agar proyek-proyek tersebut bisa terus berjalan,” ujar Romadhony saat ditemui awak media.
Ia menjelaskan, sejak awal berbagai proyek strategis di Samarinda dirancang bukan hanya untuk memperkuat infrastruktur kota, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Karena itu, Romadhony menilai keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Infrastruktur yang telah dibangun diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, menarik investasi, sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu yang menjadi perhatian DPRD adalah revitalisasi Pasar Pagi Samarinda. Menurutnya, setelah pembangunan fisik rampung, pemerintah perlu memastikan kawasan tersebut benar-benar hidup sebagai pusat perdagangan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Pembangunan fisiknya sudah selesai, tetapi langkah berikutnya adalah memastikan kawasan itu hidup dan mampu menggerakkan roda ekonomi,” katanya.
Di sisi lain, Romadhony menilai Teras Samarinda mulai menunjukkan hasil yang positif. Kawasan tersebut kini semakin ramai dikunjungi masyarakat dan dinilai berhasil memperkuat identitas Samarinda sebagai kota tepian Sungai Mahakam. Kehadirannya juga dinilai memberi kontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sementara itu, terkait Terowongan Samarinda, ia memastikan fasilitas tersebut belum difungsikan bukan karena kendala konstruksi. Menurutnya, proyek tersebut masih menunggu penyelesaian administrasi dan perizinan operasional yang saat ini sedang diproses oleh Pemerintah Kota Samarinda.
Romadhony berharap seluruh proyek strategis, baik yang telah selesai maupun yang masih dalam tahap pembangunan, dapat segera memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Ia menekankan, pembangunan infrastruktur harus menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas di Kota Samarinda.
(ADV/DPRD Samarinda)











