Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Advertorial

Efisiensi Anggaran, DPRD Samarinda Tekankan APBD Berorientasi pada Kepentingan Rakyat

badge-check


					Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah Perbesar

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah

SAMARINDA – Pendekatan efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat. Pesan itu ditegaskan Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, saat menyoroti arah penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tengah kebijakan penghematan fiskal.

Menurut Helmi, DPRD akan memberikan perhatian serius terhadap pembahasan APBD agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok kecil yang paling membutuhkan pelayanan publik.

Ia menegaskan anggaran daerah tidak boleh hanya terserap untuk kebutuhan birokrasi, tetapi harus mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Pertama kami di DPRD Kota Samarinda nanti akan menggarisbawahi bagaimana pembahasan APBD Kota Samarinda ini lebih berpihak kepada masyarakat kecil,” ujar Helmi di Kantor DPD PDIP Kalimantan Timur, Minggu (21/6/2026).

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Helmi menilai pemerintah kota harus semakin cermat menentukan skala prioritas. Program-program yang diusulkan harus memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administratif.

Karena itu, DPRD akan mengoptimalkan fungsi pengawasan untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar efektif dan menyentuh kebutuhan publik.

Ia menyebut sektor kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur sebagai bidang yang harus menjadi prioritas utama dalam penyusunan APBD. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Tentu karena ini masih dalam tahap efisiensi, kita meminta kepada pemerintah kota agar program itu betul-betul yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Seperti kesehatan, pendidikan, kemudian infrastruktur yang memang berdampak terhadap lingkungan masyarakat,” katanya.

Helmi menekankan, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dibelanjakan, melainkan dari kemampuan program pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang dirasakan masyarakat. Di tengah keterbatasan fiskal, setiap kebijakan anggaran harus disusun secara lebih selektif dengan mengedepankan efektivitas dan manfaat.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan efisiensi tidak mengabaikan kewajiban pemerintah terhadap kebutuhan internal, termasuk belanja wajib bagi aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, keseimbangan antara pelayanan kepada masyarakat dan pemenuhan kewajiban pemerintahan tetap harus dijaga.

“Belanja wajib terhadap ASN itu sendiri juga tidak boleh kita sampingkan. Jadi semuanya harus berjalan seimbang,” tandasnya.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial