Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Daerah

Agus Suwandi Nilai Perubahan Wajah Kota Samarinda Sebagai Contoh Kongkrit Sinergi Level Pemerintahan

badge-check


					Agus Suwandi, Anggota DPRD Kaltim (ist) Perbesar

Agus Suwandi, Anggota DPRD Kaltim (ist)

SAMARINDA – Perubahan wajah Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir dinilai positif anggota DPRD Kaltim, Agus Suwandi. Namun kata dia, perubahan bukan sekadar hasil kerja parsial pemerintah daerah, melainkan buah dari sinergi lintas level pemerintahan yang berjalan efektif dan terarah.

Menurut Agus Suwandi, transformasi kota Tepian menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi mampu menjawab persoalan pembangunan yang kompleks. Salah satu indikator paling nyata dari perubahan tersebut terlihat pada penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan klasik Samarinda.

Ia mengakui bahwa meski belum sepenuhnya tuntas, pendekatan yang dilakukan kini jauh lebih sistematis dibandingkan sebelumnya.

“Persoalan seperti banjir tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah kota. Ada keterlibatan provinsi dan pemerintah pusat, terutama dalam hal dukungan pembiayaan dan integrasi program,” ujarnya.

Pendekatan kolaboratif memungkinkan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dilakukan secara lebih komprehensif, mulai dari normalisasi drainase, pembangunan kolam retensi, hingga penguatan sistem pengelolaan air secara terpadu.

Tak hanya itu, Agus juga menyoroti pembenahan kawasan kota sebagai indikator lain dari keberhasilan pembangunan. Penataan ruang publik yang semakin representatif serta revitalisasi fasilitas umum dinilai telah memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pengembangan kawasan Teras Samarinda di tepian Sungai Mahakam. Kawasan ini kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga menjadi ikon baru kota yang mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata lokal.

Selain itu, pembenahan GOR Segiri juga dinilai berhasil menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih modern dan layak bagi masyarakat.

“Perubahan ini terasa. Bukan hanya secara fisik, tapi juga pada bagaimana masyarakat menikmati ruang kota yang lebih tertata dan nyaman,” katanya.

Agus menilai capaian tersebut tidak lepas dari peran kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang dinilai mampu mengorkestrasi berbagai program pembangunan lintas sektor.

Kemampuan mengintegrasikan kebijakan pusat, provinsi, hingga kota menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi pembangunan.

Ia juga menyinggung tingginya tingkat kepuasan publik sebagai indikator keberhasilan pembangunan yang tidak bisa diabaikan.

Berdasarkan hasil reses yang dilakukannya di berbagai wilayah, Agus menyebut mayoritas warga menyampaikan apresiasi terhadap perubahan yang terjadi, terutama dalam penanganan banjir dan penataan kawasan kota.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup besar. Pertumbuhan kota yang pesat, tekanan terhadap lingkungan, serta kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat menuntut konsistensi kebijakan dan keberlanjutan sinergi antar pemerintah.

“Transformasi ini harus dijaga momentumnya. Jangan sampai berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Ke depan, Agus mendorong agar pola pembangunan berbasis kolaborasi yang diterapkan di Samarinda dapat direplikasi di daerah lain di Kalimantan Timur. Menurutnya, kompleksitas persoalan pembangunan di era sekarang tidak memungkinkan diselesaikan secara sektoral atau parsial.

“Ini bisa menjadi model bersama. Ketika semua pihak terlibat dan bergerak dalam satu arah, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” pungkasnya.

(*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KNPI Samarinda Soroti Penghapusan Bankeu dan BPJS, Kebijakan Pemprov Kaltim Dinilai “Menyakiti Rakyat”,

11 April 2026 - 14:30 WIB

Serahkan Bantuan Pupuk di Giri Mukti, Ananda Moeis Dorong Diversifikasi Pangan Berbasis Lokal

11 April 2026 - 14:07 WIB

Kratom, Tanaman Endemik yang Bakal Jadi Tulang Punggung Ekonomi Baru di Kukar

5 April 2026 - 11:06 WIB

Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Desak Pembebasan Erasmus Frans Mandato

1 April 2026 - 09:03 WIB

Imunisasi Campak di Kaltim Masih Jauh Dari Target Nasional

18 March 2026 - 21:20 WIB

Trending on Daerah