Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Daerah

Agus Suwandi Nilai Perubahan Wajah Kota Samarinda Sebagai Contoh Kongkrit Sinergi Level Pemerintahan

badge-check


					Agus Suwandi, Anggota DPRD Kaltim (ist) Perbesar

Agus Suwandi, Anggota DPRD Kaltim (ist)

SAMARINDA – Perubahan wajah Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir dinilai positif anggota DPRD Kaltim, Agus Suwandi. Namun kata dia, perubahan bukan sekadar hasil kerja parsial pemerintah daerah, melainkan buah dari sinergi lintas level pemerintahan yang berjalan efektif dan terarah.

Menurut Agus Suwandi, transformasi kota Tepian menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi mampu menjawab persoalan pembangunan yang kompleks. Salah satu indikator paling nyata dari perubahan tersebut terlihat pada penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan klasik Samarinda.

Ia mengakui bahwa meski belum sepenuhnya tuntas, pendekatan yang dilakukan kini jauh lebih sistematis dibandingkan sebelumnya.

“Persoalan seperti banjir tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah kota. Ada keterlibatan provinsi dan pemerintah pusat, terutama dalam hal dukungan pembiayaan dan integrasi program,” ujarnya.

Pendekatan kolaboratif memungkinkan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dilakukan secara lebih komprehensif, mulai dari normalisasi drainase, pembangunan kolam retensi, hingga penguatan sistem pengelolaan air secara terpadu.

Tak hanya itu, Agus juga menyoroti pembenahan kawasan kota sebagai indikator lain dari keberhasilan pembangunan. Penataan ruang publik yang semakin representatif serta revitalisasi fasilitas umum dinilai telah memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pengembangan kawasan Teras Samarinda di tepian Sungai Mahakam. Kawasan ini kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga menjadi ikon baru kota yang mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata lokal.

Selain itu, pembenahan GOR Segiri juga dinilai berhasil menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih modern dan layak bagi masyarakat.

“Perubahan ini terasa. Bukan hanya secara fisik, tapi juga pada bagaimana masyarakat menikmati ruang kota yang lebih tertata dan nyaman,” katanya.

Agus menilai capaian tersebut tidak lepas dari peran kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang dinilai mampu mengorkestrasi berbagai program pembangunan lintas sektor.

Kemampuan mengintegrasikan kebijakan pusat, provinsi, hingga kota menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi pembangunan.

Ia juga menyinggung tingginya tingkat kepuasan publik sebagai indikator keberhasilan pembangunan yang tidak bisa diabaikan.

Berdasarkan hasil reses yang dilakukannya di berbagai wilayah, Agus menyebut mayoritas warga menyampaikan apresiasi terhadap perubahan yang terjadi, terutama dalam penanganan banjir dan penataan kawasan kota.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup besar. Pertumbuhan kota yang pesat, tekanan terhadap lingkungan, serta kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat menuntut konsistensi kebijakan dan keberlanjutan sinergi antar pemerintah.

“Transformasi ini harus dijaga momentumnya. Jangan sampai berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Ke depan, Agus mendorong agar pola pembangunan berbasis kolaborasi yang diterapkan di Samarinda dapat direplikasi di daerah lain di Kalimantan Timur. Menurutnya, kompleksitas persoalan pembangunan di era sekarang tidak memungkinkan diselesaikan secara sektoral atau parsial.

“Ini bisa menjadi model bersama. Ketika semua pihak terlibat dan bergerak dalam satu arah, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” pungkasnya.

(*)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Filosofi Di Balik Ritual Menginjak Kepala Kerbau dan Gelar Baginda Pemuka Bangsa Kepada Jokowi di Lampung

28 June 2026 - 11:46 WITA

Sugiyono Gaungkan Spirit Bung Karno untuk Generasi Muda Samarinda

22 June 2026 - 10:40 WITA

Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition

9 June 2026 - 09:59 WITA

Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran

3 June 2026 - 17:05 WITA

Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN

2 June 2026 - 16:11 WITA

Trending on Nasional