SAMARINDA – Insan Kamil Kalimantan Timur sukses menggelar INSKA FEST 2026 pada, Minggu (15/02/2026) di Temindung Kreatif hub. Sebuah festival kreatif bertajuk seni yang dirancang sebagai ruang aman dan inklusif bagi pelajar untuk mengekspresikan bakat, karya, serta gagasan mereka secara bebas dan bermakna.
Mengusung tema “Youth Creative & Expression Space” INSKA FEST 2026 menghadirkan konsep festival yang berbeda. Bukan ajang perlombaan, melainkan sebuah panggung ekspresi dan apresiasi seni bagi pelajar SMA se-Kota Samarinda.
Festival ini mengusung tiga pilar utama, yakni penampilan kreatif, creative booth, serta ruang interaksi seperti Wall of Experience dan Expression Corner. Seluruh rangkaian acara dikemas dengan konsep visual yang menarik serta ramah dokumentasi, sejalan dengan kebutuhan generasi muda akan ruang berekspresi di era digital dan media sosial.
Sebanyak 66 peserta terlibat aktif dalam festival ini, dengan 23 penampilan dari 13 sekolah di Kota Samarinda, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Ragam penampilan yang ditampilkan mencerminkan kekayaan kreativitas pelajar, meliputi vokal solo, duo vokal, band, live music, akustik, puisi, puisi tari, tari tradisional dan kreasi, tapak suci, habsy, story telling, speech, hingga penampilan piano.
Sekolah-sekolah yang ambil bagian antara lain SMKN 9, SMAN 16, SDN 018, SDN 008, SMK Muhammadiyah 1, Generasi Pembelajar, MAN 2, SMA Budi Bakti, SMAN 10, SMAN 17, SMKN 7, SMAN 7, dan SMAN 2 Samarinda. Kehadiran peserta lintas jenjang pendidikan ini menegaskan bahwa INSKA FEST 2026 terbuka dan inklusif bagi seluruh pelajar.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh inspiratif, di antaranya Duta Budaya Samarinda, Duta UINSI, dan Duta Pemuda Samarinda, yang turut memberikan dukungan moral serta apresiasi atas ruang kreatif yang dibangun oleh Insan Kamil Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Ketua Insan Kamil Kalimantan Timur, Ambar, menegaskan bahwa INSKA FEST bukan sekadar festival seni, melainkan ruang aman bagi anak muda untuk mengekspresikan diri.
“Di Insan Kamil Kaltim, kami percaya setiap orang punya cerita, punya bakat, dan punya cara unik untuk berekspresi. Hari ini (Red) panggung ini adalah ruang aman untuk itu semua. Mau nyanyi, puisi, teater, atau apa pun—tampil saja, nikmati prosesnya, dan biarkan energi positif mengalir,”ujarnya.
Dia juga berharap festival ini jadi momentum awal yang mampu mendobrak minat pelajar untuk hadir, terlibat, dan meramaikan gerakan Insan Kamil di tahun-tahun mendatang.
Sebagai festival perdana, Ambar menegaskan komitmen Insan Kamil Kalimantan Timur hadir sebagai lembaga kepemudaan yang fokus pada pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.
Pihaknya juga akan terus mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, peduli sosial, berjiwa kepemimpinan, serta siap menjadi agen perubahan bagi daerah dan bangsa.
(*)







