Menu

Dark Mode
Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

Advertorial

DPRD Samarinda Soroti Minimnya Dukungan untuk Relawan Tanggap Bencana

badge-check


					Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist) Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : Ist)

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda menyoroti kurangnya dukungan nyata terhadap program Relawan Kelurahan Tanggap Bencana.

Minimnya fasilitas dan pelatihan dinilai bisa membahayakan para relawan dan menghambat upaya penyelamatan saat terjadi bencana.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, menyatakan bahwa keberadaan relawan sangat penting di garis depan penanganan bencana di tingkat kelurahan. Namun hingga pertengahan 2025, dukungan pemerintah terhadap mereka masih jauh dari memadai.

“Relawan tidak bisa hanya diberi SK (Surat Keputusan), mereka perlu pembekalan dan perlengkapan standar seperti helm, rompi, dan alat evakuasi. Ini menyangkut keselamatan,” ujar Andriansyah.

Ia menambahkan bahwa relawan kerap turun ke lapangan dalam kondisi darurat seperti banjir, longsor, atau kebakaran, tanpa perlengkapan dan pelatihan yang layak.

Bahkan, kondisi ini membuat mereka rentan, padahal tugas mereka sangat krusial dalam menyelamatkan warga dan meminimalkan dampak bencana.

Lebih dari itu, ia juga mendorong agar Pemkot Samarinda mengintegrasikan edukasi kebencanaan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, organisasi sosial, hingga sekolah-sekolah.

“Kesadaran siaga bencana itu tidak bisa dibangun secara instan. Harus ditanamkan sejak dini, dimulai dari keluarga lalu ditumbuhkan dalam komunitas,” tuturnya.

Andriansyah menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana seharusnya menjadi kebijakan yang strategis, bukan hanya kegiatan formalitas semata. Ia mengingatkan pentingnya evaluasi terhadap kesiapan kelurahan dalam menghadapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu.

“Kita tidak boleh hanya reaktif saat bencana terjadi. Penanganan bencana harus dimulai dari kesiapan dan pencegahan,” tambahnya.

Komisi III DPRD Samarinda, kata Andriansyah, akan terus mendorong Pemkot agar memperkuat regulasi penanggulangan bencana dan memastikan anggaran tersedia untuk mendukung operasional relawan secara berkelanjutan.

“Relawan perlu didukung secara konkret, baik lewat kebijakan, pelatihan rutin, maupun pengadaan alat yang memadai. Ini menyangkut nyawa dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial