Menu

Dark Mode
Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

Advertorial

Sri Puji Astuti: Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas Hidup Harus Seimbang

badge-check


					Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti dalam giat reses atau serap aspirasi pada Januari lalu (Foto : Ist) Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti dalam giat reses atau serap aspirasi pada Januari lalu (Foto : Ist)

SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan, hasil reses masa sidang I tahun 2025 mengungkap bahwa kesejahteraan masyarakat masih belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

Dia menilai bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur, sementara aspek mendasar seperti air bersih, listrik, keamanan, kesehatan, dan pendidikan masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Dalam reses yang digelar di Perum H. Sadri (Kehakiman), Blok CC 1 RT 2, Kelurahan Bukit Pinang, pada Januari lalu, Puji menerima berbagai aspirasi dari warga, terutama terkait minimnya pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan.

“Pembangunan jalan memang penting, tetapi kesejahteraan warga juga harus diperhatikan. Sayangnya, aspek pemberdayaan masyarakat masih kurang mendapat perhatian. Padahal, pembangunan sumber daya manusia (SDM) sama pentingnya dengan infrastruktur fisik,” jelas Puji.

Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dituangkan dalam laporan resmi DPRD dan disampaikan ke Pemkot Samarinda untuk ditindaklanjuti.

Salah satu isu krusial yang diangkat Puji adalah kebijakan subsidi silang untuk pendidikan, khususnya bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Menurutnya, kebijakan ini telah diusulkan sejak tiga tahun lalu dan kini mulai mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

“Subsidi ini sangat dibutuhkan agar siswa yang tidak diterima di sekolah negeri bisa tetap bersekolah di swasta tanpa terkendala biaya. Selain membantu siswa, ini juga mencegah sekolah swasta mati suri karena kurangnya peserta didik,” ujarnya.

Puji berharap Pemkot Samarinda dapat mengambil langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Pembangunan kota harus seimbang antara infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup warga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

(Adv/MR)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial