Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Samarinda

Program MBG Sudah Jalan di Pulau Jawa, Kaltim Masih Tertunda! Akademisi Beri Pesan Ini

badge-check


					Akademisi Unmul Samarinda, Purwadi Purwoharsojo/ IST Perbesar

Akademisi Unmul Samarinda, Purwadi Purwoharsojo/ IST

FASENEWS.ID – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih belum terlaksana hingga saat ini.

Padahal, pelaksanaan program MBG di beberapa daerah lain di Indonesia, seperti misalnya Pulau Jawa, sudah berjalan dengan rutin.

Untuk di Samarinda, program MBG awalnya direncanakan dimulai pada Senin, 13 Januari 2025.

Namun, rencana itu harus ditunda karena berbagai kendala.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, membenarkan penundaan ini.

Ia menjelaskan bahwa hambatan administrasi menjadi alasan utama tertundanya program.

“Informasi dari Wakil SPPG, Saudara Sirajul, menyatakan bahwa pelaksanaan program ini sementara ditunda,” kata Asli pada, Selasa (14/01/2025).

Ia mengakui bahwa persiapan belum sepenuhnya rampung, sehingga pelaksanaannya harus menunggu kesiapan administrasi yang lebih matang.

Kondisi serupa juga terjadi di Balikpapan, kota lain di Kaltim yang menjadi lokasi penerapan MBG.

Jadwal pelaksanaan yang awalnya ditetapkan pada 6 Januari 2025 sempat diundur menjadi 14 Januari 2025.

Namun, lagi-lagi, rencana itu batal terlaksana.

Hingga kini, pemerintah belum memberikan kejelasan kapan program ini benar-benar bisa berjalan.

Sejumlah pihak mulai melontarkan kritik terhadap ketidakpastian ini.

Salah satunya, Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menyebut situasi ini sebagai ironi besar.

Menurutnya, Kaltim yang menjadi salah satu penyumbang dana terbesar untuk kas negara justru tertinggal dalam implementasi program strategis nasional.

“Bukan cuma Balikpapan, hampir semua daerah di Kaltim belum melaksanakan program ini. Sementara di Jawa sudah jalan,” ujarnya.

Purwadi menilai bahwa pemerintah pusat dan daerah perlu lebih serius menyikapi hambatan yang ada.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program ini.

Menurut Purwadi, pemerintah seharusnya membuka identitas penyedia makanan untuk program MBG.

“Jangan sampai makanan disediakan industri besar saja. Program ini juga harus melibatkan pelaku usaha kecil agar manfaatnya lebih luas,” pungkasnya. (wan)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa

17 August 2026 - 16:02 WITA

Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder

5 July 2026 - 20:47 WITA

PAC PDI Perjuangan Sungai Pinang Perkuat Basis, Tegaskan Komitmen Partai Hadir Nyata untuk Rakyat

25 May 2026 - 16:19 WITA

Konsen Keselamatan Jembatan, Ananda Moeis Jadikan Kritik Pijakan Bertumbuh

18 March 2026 - 10:23 WITA

Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda

15 March 2026 - 07:32 WITA

Trending on Daerah