Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Politik

OCCRP: Organisasi Investigasi Global yang Masukkan Jokowi ke Daftar Pemimpin Terkorup 2024

badge-check


					Logo Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP)/Foto: Dok. OCCRP Perbesar

Logo Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP)/Foto: Dok. OCCRP

FASENEWS.ID – Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) adalah lembaga nonpemerintah yang fokus pada jurnalisme investigasi, khususnya terkait kejahatan terorganisir dan korupsi.

Baru-baru ini, mereka mencatatkan Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), sebagai salah satu finalis dalam kategori pemimpin paling korup di dunia.

Berbasis di Amsterdam, Belanda, organisasi jurnalisme OCCRP ini memiliki staf yang tersebar di enam benua.

Dilansir dari Megakaltim.com, OCCRP organisasi yang disingkat Organized Crime and Corruption Reporting Project.

Sebagai organisasi nirlaba, OCCRP memiliki fokus pada misi sosial dan bekerja sama dengan berbagai outlet media untuk menghasilkan laporan yang berdampak dan mendorong perubahan nyata.

Dalam situs resminya, OCCRP menjelaskan bahwa mereka memiliki divisi yang mendukung media investigasi global dalam melakukan pelaporan yang penting bagi masyarakat.

Didirikan oleh jurnalis investigasi berpengalaman, Drew Sullivan dan Paul Radu, pada tahun 2007, OCCRP dimulai di Eropa Timur dengan sejumlah mitra dan berkembang pesat menjadi kekuatan utama dalam jurnalisme investigasi kolaboratif, menjunjung tinggi standar pelaporan untuk kepentingan publik.

Menurut informasi yang terdapat di laman resmi mereka, OCCRP adalah organisasi jurnalisme investigasi besar yang berpusat di Amsterdam, Belanda, dan memiliki staf di seluruh dunia, yang tersebar di enam benua.

OCCRP memiliki 24 pusat investigasi nirlaba yang tersebar di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Organisasi ini mengklaim dirinya sebagai ruang media nirlaba yang bekerja dengan mitra media lain untuk menyebarkan berita yang “mengarah pada aksi nyata”.

Sebagai anggota dari Global Investigative Journalism Network, OCCRP menyediakan berbagai layanan termasuk pelapor, teknologi dan data investigasi, serta perlindungan hukum dan keamanan digital.

Selama beroperasi, OCCRP telah terlibat dalam sejumlah peliputan besar, seperti penyelidikan mengenai spyware Pegasus dan kebocoran Panama Papers.

Lebih dari 702 pejabat dunia dilaporkan mengundurkan diri atau diskors berkat laporan-laporan OCCRP, yang juga telah menghasilkan lebih dari 620 dakwaan dan vonis serta lebih dari 100 aksi korporasi.

Sebagai organisasi nirlaba, OCCRP memperoleh pendanaan dari berbagai donatur, termasuk pemerintah dari negara-negara, seperti AS, Prancis, dan Swedia pada tahun 2024.

Jokowi Masuk Pemimpin Terkorup Dunia 2024 Versi OCCRP

Sebelumnya, telah diinformasikan bahwa Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), masuk sebagai salah satu pemimpin terkorup dunia pada 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Jokowi masuk dalam daftar finalis “Person of the Year 2024 in Organized Crime and Corruption”, bersama lima pemimpin dunia lainnya.

Berikut adalah daftar lengkap pemimpin terkorup dunia 2024 versi OCCRP:

1. Bashar al-Assad (Mantan Presiden Suriah)
2. William Ruto (Presiden Kenya)
3. Joko Widodo (Presiden Indonesia ke-7)
4. Bola Ahmed Tinubu (Presiden Nigeria)
5. Sheikh Hasina (Mantan Perdana Menteri Bangladesh)
6. Gautam Adani (Pengusaha India)

Meskipun menerima dana dari pemerintah, OCCRP tetap melaporkan isu-isu dari negara donatur.

Namun, lembaga ini mengklaim bahwa mereka tidak menulis laporan mengenai AS karena lebih fokus pada negara-negara yang memiliki kekurangan dalam jurnalisme independen, sementara media di AS dianggap sudah cukup kuat dalam hal investigasi.

OCCRP juga meraih Penghargaan Pulitzer pada 2017 berkat laporan mereka mengenai Panama Papers dan mendapat penghargaan dari PBB serta Uni Eropa.

Berkat kontribusinya yang besar dalam mengungkap korupsi politik dan kejahatan terorganisir, OCCRP mendapat nominasi untuk Nobel Perdamaian 2023 dari Profesor Wolfgang Wagner dari Vrije Universiteit Amsterdam. (apr/naf)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pimpin Konsolidasi Internal PDI Perjuangan Kaltim, Hasto Kristiyanto: Kembalikan Kalimantan Sebagai Paru-Paru Dunia

2 February 2026 - 10:24 WIB

PDI Perjuangan Kaltim Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

14 January 2026 - 11:38 WIB

Ananda Emira Moeis Menilai Rakernas PDI Perjuangan Jadi Momentum Konsolidasi, Refleksi Sejarah, dan Penegasan Sikap Politik

12 January 2026 - 15:57 WIB

Refleksi HUT PDI Perjuangan, Iswandi Sebut Partai Tetap Kokoh Usai Pemilu 2024

11 January 2026 - 15:42 WIB

HUT PDI ke-53 di Kaltim, Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

11 January 2026 - 04:26 WIB

Trending on Politik