Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

News

Kpopers Ikut Aksi Tolak PPN 12%: Harga Merchandise dan Tiket Konser Terancam Naik

badge-check


					Kolase Foto, Aksi Unjuk Rasa Penggemar Kpop Terhadap Kenaikan PPN 12%/ FASENEWS.ID Perbesar

Kolase Foto, Aksi Unjuk Rasa Penggemar Kpop Terhadap Kenaikan PPN 12%/ FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Pada Kamis, 19 Desember 2024, ratusan penggemar K-pop berkumpul di depan Istana Negara dan Istana Merdeka di Jakarta untuk menyuarakan penolakan terhadap kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dinaikkan menjadi 12%.

Para peserta membawa spanduk, poster, dan lightstick simbol kebanggaan mereka sebagai penggemar K-pop.

Dalam suasana yang penuh semangat, penggemar K-pop juga menyanyikan lagu-lagu dari grup idola favorit, menjadikan aksi tersebut sebagai bentuk perayaan budaya K-pop sekaligus unjuk rasa.

Seorang perwakilan yang turut serta dalam aksi menyatakan bahwa kenaikan PPN 12% ini akan berdampak langsung pada harga merchandise K-pop, termasuk album dan tiket konser.

Seorang penggemar K-pop berusia 20 tahun yang turut ikut aksi, menambahkan bahwa mereka ingin suara mereka didengar, terutama karena harga tiket konser terus naik dan semakin membebani kelas menengah yang merasa kurang mendapat bantuan dari pemerintah.

Aksi ini juga mendapat perhatian dari pihak keamanan yang sempat meminta para demonstran untuk menjauh dari area Istana Merdeka.

Namun, para Kpopers tetap bertahan dan berdiskusi dengan petugas untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Beberapa perwakilan akhirnya diizinkan masuk ke Sekretariat Negara untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.

Meskipun diguyur hujan, semangat para peserta tidak surut.

Mereka terus menyuarakan kekhawatiran terkait dampak kebijakan ini terhadap daya beli, khususnya bagi kalangan muda dengan penghasilan terbatas.

Dalam orasi mereka, para peserta demo berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat kecil yang akan merasakan dampak besar dari kenaikan pajak ini.

Selain itu, beberapa peserta membagikan freebies, seperti poster dan merchandise K-pop, kepada sesama peserta sebagai bentuk solidaritas.

Aksi unjuk rasa ini juga menunjukkan betapa besar pengaruh budaya K-pop di Indonesia dan bagaimana para penggemarnya bisa bersatu dalam isu sosial-ekonomi yang lebih luas.

Kehadiran Kpopers dalam demonstrasi ini menarik perhatian masyarakat umum, yang semakin menyadari bahwa isu pajak ini tidak hanya mempengaruhi sektor ekonomi tradisional, tetapi juga kehidupan budaya pop yang semakin berkembang di Indonesia.

Aksi unjuk rasa ini juga terinspirasi oleh gerakan serupa di Korea Selatan, di mana penggemar K-pop turun ke jalan untuk menyuarakan pendapat terkait isu-isu sosial dan politik.

Meskipun aksi ini berlangsung damai, aparat keamanan tetap melakukan pengawasan untuk memastikan kelancaran dan keamanan jalannya demonstrasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai tindakan represif terhadap peserta aksi.

Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan PPN 12% ini mendapat sorotan publik, mengingat partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas Kpopers yang selama ini lebih dikenal dengan fokus pada kegiatan hiburan.

Hal ini menunjukkan bahwa isu ekonomi dan kebijakan publik mampu menyatukan berbagai kalangan untuk menyuarakan pendapat mereka. (naf)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

Dari Kertas Bekas Jadi Karya Bernilai: Edukasi Lingkungan Lewat PENDIKRESA Bersama Anak Usia Dini

14 January 2026 - 10:52 WIB

Trending on News